PAUD Seruni Ajak Anak Mandiri
Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Seruni, Kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang mengajar anak agar mandiri sejak dini agar tidak
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Oby Lewanmeru
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Seruni, Kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang mengajar anak agar mandiri sejak dini agar tidak terus bergantung pada orang tua.
Salah satu cara ditempuh dengan jalan sehat agar anak tidak selamanya tergantung pada kendaraan.
Hal ini disampaikan Pengelola PAUD Seruni, Fredrik H Dami, S.Sos, sebelum melepas acara jalan sehat yang diikuti 17 siswa PAUD, Rabu (11/5/2016) lalu.
Turut hadir jalan sehat ini, dua guru masing-masing Maritje Dami Baitanu dan Sherly Mboro serta para orang tua anak.
Menurut Dami, acara jalan sehat itu sebenarnya hanya sebagai sebuah kegiatan memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), namun lebih dari itu, pihaknya ingin mengajar anak sejak dini agar tidak selamanya bergantung pasa kendaraan ketika hendak bepergian apabila jarak tempuhnya sangat dekat.
"Kebetulan rumah anak-anak PAUD di sini ada di kelurahan ini dan cukup dekat sehingga kita ajak sejak dini mereka bisa berjalan kaki datang sekolah. Memang ada satu anak yang rumahnya jauh di Kelurahan Bakunase 2, tapi selebihnya ada di sekitar sekolah ini," kata Dami.
Dijelaskan, kegiatan yang sama dilakukan beberapa tahun lalu dengan melibatkan pemerintah dan beberapa unsur masyarakat Manulai 2.
"Kami selalu sesuaikan kegiatan di PAUD ini dengan agenda misalnya pada 17 Agustus kita bawa mereka ke pameran untuk melihat aneka budaya NTT dan juga kegiatan lain," ujarnya.
Maritje Dami Baitanu salah satu guru mengatakan, dalam kegiatan itu ada suatu pembelajaran yang ditanamkan kepada anak, bahwa ke sekolah bukan saja dengan kendaraan.
"Harapan kita, tertanam konsep ini sehingga mugkin karena keterbatasan orang tua terkait kendaraan lalu anak tidak sekolah. Padahal mereka bisa jangkau dengan berjalan kaki," kata Maritje.*