Banjir Kembali Terjang Rumah Warga Toineke -TTS

Banjir Kembali menerjang pemukiman warga masyarakat Desa Toineke, Kecamatan Kualin, Kamis (12/5/2016) petang sekitar pukul 17:30 Wita.

Banjir Kembali Terjang Rumah Warga Toineke -TTS
Petrus Piter
Ilustrasi banjir

Laporan Wartawan Pos Kupang, Jumal Hauteas

POS KUPANG.COM, SOE -- Banjir Kembali menerjang pemukiman warga masyarakat Desa Toineke, Kecamatan Kualin, Kamis (12/5/2016) petang sekitar pukul 17:30 Wita.

Luapan sungai Noemuke yang kembali merendam ratusan rumah warga di wilayah dusun III dan IV, Desa Toineke ini merupakan yang kelima kali di tahun 2016.

Hal ini disampaikan warga masyarakat Desa Toineke, Albertus Neolaka dan Imanuel Banamtuan kepada Pos Kupang melalui sambungan telepon, Minggu (15/5/2016). Dijelaskannya banjir yang meluap kali ini kembali melalui tiga titik bronjong yang baru dibangun tahun 2015 lalu menggunakan dana dari APBD II Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Bahkan menurut Banamtuan, banjir kali ini kembali merobohkan dua bangunan bronjong pada salah satu segmen pembangunan bronjong yang dibangun untuk kebutuhan normalisasi kali tersebut.

"Bronjong yang dibangun dengan dana dari APBD II TTS ini memang terlalu rendah, karena tingginya hanya berkisar antara dua meter hingga tiga meter, sehingga saat banjir datang melampaui bronjong yang ada dan bronjongnya justru ikut tersapu banjir," jelas Banamtuan yang dibenarkan Neolaka.

Lebih lanjut Neolaka menguraikan, akibat banjir yang kembali menerjang pemukiman warga masyarakat Desa Toineke, puluhan bahkan ratusan rumah warga masyarakat di Desa Toineke terendam air, dan saat banjir surut, halaman rumah masyarakat masih tergenang dengan endapan lumpur, sehingga masyarakat kesulitan untuk beraktivitas keluar rumah.

"Kami sekarang tidak bisa bebas beraktivitas diluar rumah, karena lumpur masih sangat tebal di halaman rumah. Bahkan untuk mencari makanan ternak, kami masih kesulitan," urai Neolaka.

Mengenai kerugian material yang dialami masyarakat Desa Toineke akibat banjir ini, Banamtuan mengakui belum bisa memastikan berapa banyak kerugian yang dialami masyarakat, karena dipastikan ada ternak warga yang tersapu banjir saat banjir menerjang.

Namun karena pekarangan warga masyarakat masih terendam endapan lumpur, sehingga jumlah ternak yang tersapu banjir belum bisa dipastikan datanya.

Halaman
12
Penulis: Jumal Hautes
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved