Romo Kanis Pen Diterima Secara Adat di Kuaputu
Mulai bulan Mei 2016, Romo Kanis Pen menjadi pastor kuasi paroki di Stasi St Petrus Kuaputu. Hal ini berarti, pelayanan pastoral di stasi tersebut tid
Penulis: maksi_marho | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Maksi Marho
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Umat Stasi St Petrus Kuaputu, Kabupaten Kupang, benar-benar merasa bahagia.
Mulai bulan Mei 2016, Romo Kanis Pen menjadi pastor kuasi paroki di Stasi St Petrus Kuaputu. Hal ini berarti, pelayanan pastoral di stasi tersebut tidak diatur oleh pastor paroki St Fransiskus Asisi BTN Kolhua tetapi diatur sendiri.
Sebagai bentuk kegembiraan, upacara penyambutan Romo Kanis Pen sebagai pastor kuasi paroki di Stasi St Petrus Kuaputu, Selasa (10/5/2016) sore, digelar secara meriah.
Kedatangan Romo Kanis Pen disambut secara adat oleh umat setempat.
Diawali dengan natoni (sapaan adat suku Timor) sebagai ucapan selamat datang dan dikalungi selendang sebagai tanda penerimaan, lalu diarak dengan tari-tarian berupa tarian Bonet dan tarian gong yang juga merupakan tarian adat suku Timor.
Kedatangan Romo Kanis Pen di Stasi St Petrus Kuaputu diantar Sekretaris Keuskupan Agung Kupang, Romo Yono, Pastor Paroki St Fransiskus Asisi BTN Kolhua, Romo Simon Tamelab, pengurus DPP Paroki St Fransiskus Asisi BTN Kolhua dan Romo Longginus Bone.
Kedatangan Romo Kanis Pen disambut umat dari jarak sekitar 500 meter sebelum sampai di kapela stasi.
Saat tiba di Kapela Stasi St Petrus Kuaputu, langsung digelar Misa Penyambutan Pastor Kuasi Paroki. Misa diikuti seluruh umat dan undangan yang hadir.
Setelah misa baru dilanjutkan dengan Ramah Tamah Penyambutan Pastor Kuasi Paroki untuk Stasi St Petrus Kuaputu yang digelar di halaman samping kapela.
Ketua Dewan Pengurus Stasi (DPS) St Petrus Kuaputu, Fransiskus Tanenofunan kepada pos kupang di sela-sela upacara penyambutan tersebut, mengatakan, kapela Stasi St Petrus Kuaputu sudah ada sejak tahun 1957.
Bahkan, kapela tersebut sudah ada sebelum paroki St Yosep Naikoten dan paroki Sta Familia Sikumana terbentuk.
Hanya saja karena pertumbuhan umat yang lambat, sehingga menurut, Tanenofunan, umat di Kuaputu masih tetap berstatus stasi. Itulah sebabnya, ketika Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang menetapkan Stasi St Petrus Kuaputu sebagai stasi kuasi paroki, hal itu disambut dengan sangat gembira oleh umat setempat.
"Selama ini, setiap misa hari minggu memang ada pastor, tetapi setelah misa pastor kembali. Tapi dengan adanya pastor kuasi paroki, maka pastor tinggal tetap sebagai gembala umat di stasi kami. Ini yang membuat kami gembira. Karena hal ini sebagai tanda Stasi St Petrus Kuaputu dipersiapkan menjadi paroki," kata Tanenofunan.*
Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com atau http://kupang.tribunnews.com
Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang