Saat Anda ke Bali, Jangan Lupa Cicipi "Jaje Bali"!

Selain ayam betutu, Bali punya beragam kuliner tradisional lain yang sayang untuk dilewatkan

Saat Anda ke Bali, Jangan Lupa Cicipi
www.water-sport-bali.com
Jaje laklak men gabrug 

POS KUPANG.COM, NYAMBU -- Selain ayam betutu, Bali punya beragam kuliner tradisional lain yang sayang untuk dilewatkan. Salah satunya, jajanan pasar, yang di sana disebut camilan "Jaje Bali".

"Ini jajanan yang biasanya dijual di pasar-pasar tradisioal Bali pada pagi hari. Orang Bali nyebut kue itu jaje," ujar Ni Luh Desi, warga Desa Nyambu, Tabanan, Bali, Sabtu (30/4/2016).

Jenis kue dari jaje Bali bermacam-macam, ada kue kering dan juga kue basah.

"Kalau yang basah, penyajiannya mesti ditambah kelapa parut dan siraman gula aren," ujar Desi lagi.

Untuk jenis kue basah, kata Desi, ada bermacam-macam juga. Di antaranya, jaje lak-lak yang mirip serabi, jaje uli-kue dengan bahan dasar ketan dan tepung-ketan item, dan jaje sumping-potongan pisang yang dibalut dengan adonan tepung beras.

"Ukurannya kecil, jadi kalau beli kue biasanya satu orang bisa ambil empat sampai lima macam," tutur Desi.

Kue-kue basah ini dinikmati dalam mangkuk anyaman dengan alas daun pisang. Harganya bervariasi, tergantung berapa banyak kue yang diambil. Rata-rata, harganya berkisar Rp 500 sampai Rp 1.000 per potong.

Berbeda lagi dengan jaje kering. Kue kering khas Bali, dinikmati dengan cara yang lebih praktis, yaitu bisa dimakan tanpa saus tambahan.

"Nah kalau jaje kering biasanya ada jaje sirat, jaje begine, dan jaje uli kering," sebut Desi.

Jaje sirat adalah jajanan kering berbentuk bundar, pipih, dan mirip seperti jalinan benang kusut. Besarnya pun seukuran telapak tangan orang dewasa.

"Rasanya manis. Saat digigit, renyah," ungkap Desi.

Jaje sirat pun tak kalah unik, sekilas mirip seperti rengginang. "Akan tetapi yang ini lebih tipis dan memiliki rasa yang manis," tutur Desi.

Tak seperti jenis jaje basah, jaje kering biasanya tidak dihargai satuan tetapi per bungkus kecil. Dalam satu bungkus isinya enam sampai tujuh potong dengan harga Rp 5.000. (*)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved