Berita Timor Rote Sabu

Polisi Mabes Jemput Sulaiman Tersangka Penggunaan Logo PGRI Pusat

Tiga anggota polisi selaku penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, datang menjemput, Drs. Sulaiman Radja, S.H, M.H, Rab

Polisi Mabes Jemput Sulaiman Tersangka Penggunaan Logo PGRI Pusat
POS KUPANG
Sulaiman Radja di Bandara El Tari Kupang 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Tiga anggota polisi selaku penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, datang menjemput, Drs. Sulaiman Radja, S.H, M.H, Rabu (20/4/2016).

Sulaiman adalah tersangka kasus dugaan penggunaan merk atau logo Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Pusat. Ketiga polisi itu masing-masing Kompol Andre, AKP Sarjono dan AKP Zakaria.

Informasi yang diperoleh di Mapolda NTT, Rabu (20/4/2016) menyebutkan, Sulaiman Radja menjadi status tangkapan sejak Selasa (19/4/2016). Sulaiman diamankan di Polda NTT sambil menunggu tim Bareskrim Polri datang menjemput.

Sulaiman Radja saat di Mapolda terlihat berada di salah satu ruang Ditreskrimsus Polda NTT bersama penyidik dari Mabes Polri. Sekitar pukul 16.00 Wita, Sulaiman Radja sempat keluar menemui keluarga di parkiran.

Sulaiman masih mengenakan kaos berwarna biru dipadukan celana biru. Hanya beberapa menit, Sulaiman kembali ke dalam ruangan Ditreskrimsus.

Sesuai rencana, Sulaiman Radja akan dibawa ke Mabes Polri Jakarta pada Rabu (20/4/2016), namun ditunda dan baru akan dibawa pada Kamis (21/4/2016). Karena itu, Sulaiman tetap diamankan di Mapolda NTT.

Kuasa Hukum YPLP PGRI Pusat, Lexy Tungga, S.H, M.Hum, yang dihubungi mengatakan, dirinya mendapat informasi dari bandara, sehingga dirinya ke bandara untuk meyakinkan apakah benar sesuai manifes keberangkatan.

Tentang, saat diamankan itu, Sulaiman hendak ke Jakarta untuk memenuhi panggilan dari penyidik, Tungga mengatakan, seharusnya surat menghadap itu pada Kamis dan apabila Radja hendak ke Bareskrim, kecuali status Daftar Pencarian Orang (DPO) telah dicabut.

"Status DPO belum dicabut. Dan DPO itu dikeluarkan Bareskrim, karena yang bersangkutan sudah mangkir setelah penyidik melayangkan panggilan sebanyak empat kali sehingga dikeluarkan DPO dan surat perintah membawa," kata Tungga.

Bahkan. lanjut Tungga, dirinya selaku saksi korban selaku mendapat informasi perkembangan penanganan kasus itu dari penyidik dan sudah ada P-21 A dari kejaksaan.

Sulaiman Radja sempat ditahan di Bandara El Tari saat akan berangkat ke Jakarta. Dalam kasus ini, PB PGRI Pusat mengadukan Sulaiman Radja ke Mabes Polri dengan dugaan tindak pidana penggunaan mereka atau logo PGRI pusat.

Sementara kasus yang sama penggunaan merek dan logo oleh Anton Kato juga telah dilaporkan Lexy Tungga ke Polda NTT beberapa waktu lalu. (yel)

Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com  atau http://kupang.tribunnews.com 

Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang

Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved