Pilkada Kota Kupang

Kandidat dan Ambisi

Setiap calon adalah ambitionis, yang berjalan keliling untuk mencari dukungan masyarakat

Kandidat dan Ambisi
NET
ilustrasi 

Oleh A.G. Hadzarmawit Netti
Pengamat Politik, Tinggal di Kupang

POS KUPANG.COM - "Kandidat" dan "Ambisi" adalah dua kata yang memiliki arti yang saling memberi isi dan inheren. "Kandidat" diserap dari bahasa Inggris "candidate", berasal dari bahasa Latin candidatus, asal kata: candidus, artinya (1) "putih" (arti kias: "tiada noda, tiada cela, tiada kesalahan, tiada kecemaran); (2) "adil, bijaksana, jujur; baik/cukup baik"; (3) "tidak usah diragukan; bebas dari skandal; bersih"; dan (4) "tulus, jujur, terus terang, tidak dibuat-buat".

Kata Latin candidatus artinya "orang yang mencari, melamar, atau mencalonkan diri untuk suatu pengangkatan jabatan, kedudukan, atau kehormatan"; "orang yang bercita-cita atau mencari jabatan, kedudukan dengan keinginan/hasrat yang besar". Berdasarkan medan makna kata candidatus inilah, maka kata candidatus juga berarti: "berpakaian putih seperti seorang calon pejabat pemerintah Roma".

"Ambisi" diserap dari bahasa Inggris "ambition", berasal dari bahasa Latin ambitio, ambitionis, yang berarti: (1) "calon yang berkeliling dengan maksud mencari dukungan untuk menjadi pejabat pemerintah Roma, karena itu melakukan rayuan dengan kata-kata, janji-janji manis, atau mengemukakan pujian dan sanjungan, namun kadang kala disertai pelecehan-pelecehan"; (2) "seseorang yang berhasrat besar akan kekuasaan, kehormatan, kemasyhuran, atau apa saja yang memberikan keistimewaan atau keunggulan"; (3) "hasrat yang sangat besar untuk membedakan diri sendiri di antara orang-orang lain"; (4) "tekad untuk memperoleh kemajuan dan/atau keberhasilan dalam tugas, kewajiban, atau karier".

Demikianlah medan makna kata "kandidat" dan "ambisi" dalam bahasa Latin. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, kata "kandidat" hanya berarti (1) "calon; bakal"; (2) "pengikut (penempuh) ujian". Dan kata "ambisi" berarti "keinginan (hasrat, nafsu) yang besar untuk menjadi (memperoleh, mencapai) sesuatu (pangkat, kedudukan) atau melakukan sesuatu".

Medan makna kata "kandidat" dan "ambisi" yang tersirat dalam bahasa Latin sebagaimana disingkapkan di atas inilah yang terlihat, terasa, dan dialami oleh rakyat pada saat menjelang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden; pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur; pemilihan Bupati dan Wakil Bupati; pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Setiap calon adalah ambitionis, yang berjalan keliling untuk mencari dukungan masyarakat dan/atau rakyat pemilih. Setiap calon membentuk tim sukses, dan masing-masing tim sukses bekerja keras untuk memenangkan calonnya. Acara-acara pertemuan tatap muka diadakan di berbagai tempat. Program kerja disampaikan dalam kemasan kata-kata menawan, dan janji-janji manis yang menggiurkan.

Setiap calon sudah tentu memiliki hasrat besar akan kekuasaan, kehormatan, kemasyhuran, atau apa saja yang memberikan keistimewaan atau keunggulan. Setiap calon dengan sendirinya memiliki hasrat yang sangat besar untuk membedakan diri sendiri di antara calon-calon lain yang menjadi saingannya. Hasrat seperti ini tercermin pada baliho dan moto yang dipajang di tempat-tempat tertentu yang dipandang strategis.

Jargon-jargon yang digunakan untuk mendukung calon yang diunggulkan pun bombastis dan adakalanya menyiratkan nada pelecehan terhadap calon lain.

Dewasa ini, di setiap tempat strategis di kota Kupang telah terpajang baliho-baliho beberapa ambitionis atau candidatus, yaitu orang-orang yang mencalonkan diri untuk jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2012-2017. Baliho-baliho yang sekian banyak itu memiliki makna ganda: pertama, baliho-baliho itu bertujuan memperkenalkan para ambitionis atau candidatus kepada rakyat pemilih di Kota Kupang; kedua, rakyat pemilih di Kota Kupang terpanggil untuk menyiasati (memeriksa, menyelidiki, mencari tahu) dedikasi dan reputasi setiap ambitionis, atau candidatus.

Keterpanggilan untuk menyiasati dedikasi dan reputasi setiap ambitionis atau candidatus adalah merupakan suatu persyaratan yang tersirat dalam medan makna kata candidatus yang berasal dari kata candidus, oleh karena itu tidak boleh disepelekan.
Rakyat pemilih harus menyiasati dedikasi, prestasi, dan reputasi setiap candidatus, sebelum menjatuhkan pilihan di Tempat Pemungutan Suara.

Candidatus harus bersih, tiada kecemaran, bijaksana, jujur, adil, bebas dari skandal, tidak usah diragukan lagi dedikasi dan integritasnya apabila candidatus itu terpilih nanti untuk "berpakaian putih seperti seorang calon pejabat pemerintah Roma" pada saat dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, guna mengemban tugas menyejahterakan rakyat dan memajukan Kota Kupang dalam kurun waktu lima tahun ke depan (2017 -2022).

Rakyat pemilih harus menyiasati ambisi para ambitionis. Apakah ambisi ambitionis ini, atau itu, mengindikasikan (1) "seseorang yang berhasarat besar akan kekuasaan, kehormatan, kemasyhuran, atau apa saja yang memberikan keistimewaan dan keunggulan untuk membedakan dirinya di antara orang-orang lain"; atau (2) "seseorang yang memiliki tekad untuk memperoleh dan/atau meningkatkan kemajuan dan keberhasilan dalam tugas, kewajiban, atau karier demi kemaslahatan rakyat". Ambisi seorang ambitionis yang disebutkan secara singkat pada butir (2) inilah yang harus diutamakan.

Dengan demikian, keputusan untuk memilih ambitionis atau candidatus untuk menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang masa bakti 2017-2022 sepenuhnya ditentukan oleh rakyat pemilih di daerah Kota Kupang. Apakah rakyat pemilih di daerah Kota Kupang lebih mengutamakan ambitionis atau candidatus Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang yang mengindikasikan ambisi sebagaimana disebutkan pada butir (1), atau butir (2) di atas.

Siapa sajakah ambitionis atau candidatus yang bersaing untuk menjadi Wali Kota Kupang masa bakti tahun 2017 -2022 dan bagaimanakah vibrasi kepeloporan mereka terkait dengan kedudukan sebagai Wali Kota Kupang? Berikut ini saya ingin menyebutkan beberapa nama sebagaimana saya baca di koran. (1) Jefri Riwu Kore sudah melamar ke PDIP, PKPI, Gerindra, Nasdem. Vibrasi kepeloporan Jefri Riwu Kore = 40/50.

(2) Jonas Salean sudah melamar ke PDIP, PKPI, Gerindra, Nasdem. Vibrasi kepeloporan Jonas Salean = 80. (3) Hengky Benu sudah melamar ke PDIP, PKPI, Gerindra, Nasdem. Vibrasi kepeloporan Hengky Benu = 40/45. (4) Yovita Anike Mitak sudah melamar ke Partai Gerindra dan Nasdem. Vibrasi kepeloporan Yovita Anike Mitak = 30/40. (5) Veki Lerik sudah melamar ke Partai Gerindra dan Nasdem. Vibrasi kepeloporan Veki Lerik = 40/45. (6) Lay Djaranjoera sudah melamar ke Partai Nasdem. Vibrasi kepeloporan Lay Djaranjoera = 30.

Sebenarnya ada sembilan belas nama lain yang saya catat pula sejak April 2015 lalu hingga Maret 2016, namun vibrasi kepeloporan mereka untuk jabatan Wali Kota Kupang masa bakti tahun 2017 -2022 rata-rata berada di bawah skor 50 dan 40; bahkan ada yang stagnan. Dengan demikian, skor vibrasi kepeloporan calon Wali Kota Kupang, Jonas Salean lebih tinggi dari lima calon lainnya. Dan ini memberi petunjuk bahwa Jonas Salean memiliki profesionalisme yang sangat memadai dalam kaitannya dengan jabatan Wali Kota Kupang masa bakti tahun 2017 -2022.*

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved