Pilkada Kota Kupang

Kandidat dan Ambisi

Setiap calon adalah ambitionis, yang berjalan keliling untuk mencari dukungan masyarakat

Kandidat dan Ambisi
NET
ilustrasi 

Keterpanggilan untuk menyiasati dedikasi dan reputasi setiap ambitionis atau candidatus adalah merupakan suatu persyaratan yang tersirat dalam medan makna kata candidatus yang berasal dari kata candidus, oleh karena itu tidak boleh disepelekan.
Rakyat pemilih harus menyiasati dedikasi, prestasi, dan reputasi setiap candidatus, sebelum menjatuhkan pilihan di Tempat Pemungutan Suara.

Candidatus harus bersih, tiada kecemaran, bijaksana, jujur, adil, bebas dari skandal, tidak usah diragukan lagi dedikasi dan integritasnya apabila candidatus itu terpilih nanti untuk "berpakaian putih seperti seorang calon pejabat pemerintah Roma" pada saat dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, guna mengemban tugas menyejahterakan rakyat dan memajukan Kota Kupang dalam kurun waktu lima tahun ke depan (2017 -2022).

Rakyat pemilih harus menyiasati ambisi para ambitionis. Apakah ambisi ambitionis ini, atau itu, mengindikasikan (1) "seseorang yang berhasarat besar akan kekuasaan, kehormatan, kemasyhuran, atau apa saja yang memberikan keistimewaan dan keunggulan untuk membedakan dirinya di antara orang-orang lain"; atau (2) "seseorang yang memiliki tekad untuk memperoleh dan/atau meningkatkan kemajuan dan keberhasilan dalam tugas, kewajiban, atau karier demi kemaslahatan rakyat". Ambisi seorang ambitionis yang disebutkan secara singkat pada butir (2) inilah yang harus diutamakan.

Dengan demikian, keputusan untuk memilih ambitionis atau candidatus untuk menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang masa bakti 2017-2022 sepenuhnya ditentukan oleh rakyat pemilih di daerah Kota Kupang. Apakah rakyat pemilih di daerah Kota Kupang lebih mengutamakan ambitionis atau candidatus Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang yang mengindikasikan ambisi sebagaimana disebutkan pada butir (1), atau butir (2) di atas.

Siapa sajakah ambitionis atau candidatus yang bersaing untuk menjadi Wali Kota Kupang masa bakti tahun 2017 -2022 dan bagaimanakah vibrasi kepeloporan mereka terkait dengan kedudukan sebagai Wali Kota Kupang? Berikut ini saya ingin menyebutkan beberapa nama sebagaimana saya baca di koran. (1) Jefri Riwu Kore sudah melamar ke PDIP, PKPI, Gerindra, Nasdem. Vibrasi kepeloporan Jefri Riwu Kore = 40/50.

(2) Jonas Salean sudah melamar ke PDIP, PKPI, Gerindra, Nasdem. Vibrasi kepeloporan Jonas Salean = 80. (3) Hengky Benu sudah melamar ke PDIP, PKPI, Gerindra, Nasdem. Vibrasi kepeloporan Hengky Benu = 40/45. (4) Yovita Anike Mitak sudah melamar ke Partai Gerindra dan Nasdem. Vibrasi kepeloporan Yovita Anike Mitak = 30/40. (5) Veki Lerik sudah melamar ke Partai Gerindra dan Nasdem. Vibrasi kepeloporan Veki Lerik = 40/45. (6) Lay Djaranjoera sudah melamar ke Partai Nasdem. Vibrasi kepeloporan Lay Djaranjoera = 30.

Sebenarnya ada sembilan belas nama lain yang saya catat pula sejak April 2015 lalu hingga Maret 2016, namun vibrasi kepeloporan mereka untuk jabatan Wali Kota Kupang masa bakti tahun 2017 -2022 rata-rata berada di bawah skor 50 dan 40; bahkan ada yang stagnan. Dengan demikian, skor vibrasi kepeloporan calon Wali Kota Kupang, Jonas Salean lebih tinggi dari lima calon lainnya. Dan ini memberi petunjuk bahwa Jonas Salean memiliki profesionalisme yang sangat memadai dalam kaitannya dengan jabatan Wali Kota Kupang masa bakti tahun 2017 -2022.*

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved