Lukisan Karya Muhdi dari Kain Perca Pikat Wisatawan Borobudur

Kain bekas atau perca hanya dianggap sampah yang layak dibuang oleh sebagian orang.

Lukisan Karya Muhdi dari Kain Perca Pikat Wisatawan Borobudur
Kompas.com/Ika Fitriana
Muhdi memperlihatkan lukisan kain perca batik hasil karyanya. 

Sampah kain batik

Bapak dua putri ini lantas menceritakan, awalnya mula ia menggeluti lukisan kain batik perca itu karena merasa prihatin melihat banyak sekali kain-kain perca batik di rumah temannya yang seorang penjahit batik di Borobudur.

Ia kemudian meminta kain-kain itu untuk dibawa pulang. Sampai di rumah ia masih bingung untuk mengolah sampah itu menjadi barang yang bermanfaat.

Setelah berdiskusi dengan sang istri, tercetus ide membuat lukisan kain batik. Berbekal keahliannya membuat dekorasi pelaminan pengantin, Muhdi pun mencoba mengkreasikan kain-kain perca itu menjadi berbentuk pemandangan yang indah.

"Saya belajar sendiri, berimajinasi saja, dari dulu memang suka mendekorasi dan sering diminta untuk mendekor pelaminan kalau tetangga atau saudara yang hendak menikah," ungkap dia.

Beberapa karya pertamanya dilirik oleh pihak PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) sampai kemudian karya tersebut dicantumkan di katalog aneka kerajinan dan suvenir Borobudur agar dapat dilihat oleh wisatawan.

Dari situ, karya Muhdi semakin dikenal. Tempat tinggalnya pun akan dibangun menjadi sebuah galeri agar wisatawan bisa membeli sekaligus belajar membuat batik kain dari batik perca.

Karya Muhdi dijual dengan harga bervariasi, mulai Rp 45.000 per buah untuk lukisan ukuran 40 x 35 sentimeter, Rp 150.000 untuk ukuran 75 x 90 sentimeter, sampai Rp 3 juta untuk ukuran jumbo 2,5 x 6 meter.

"Harganya tergantung ukuran dan kerumitan dan banyaknya bahan yang dipakai," ujarnya. (Kompas.Com)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved