NTT Menuju PON XIX 2016 di Jawa Barat

Atlet Sepak Takraw NTT Roslina Dida Berprestasi Tingkat Asia

Gadis kelahiran Sabu Mesara, Kabupaten Sabu Raijua pada 20 April 1997, saat ini menjadi atlet di pelatda sepak takraw NTT.

Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Ndoen
Ferry Ndoen
Atlet sepak takraw NTT, Roslin Dida 

POS KUPANG.COM, KUPANG - Setiap manusia memiliki talenta yang terpendam. Jika dipoles dengan baik, talenta yang dimiliki akan berkembang menjadi bakat yang cemerlang dan luar biasa.

Talenta ini dimiliki seorang atlet bernama Roslina Dida. Gadis kelahiran Sabu Mesara, Kabupaten Sabu Raijua pada 20 April 1997, saat ini menjadi atlet di pelatda sepak takraw NTT.

Gadis yang akrab disapa Roslin ini adalah salah satu atlet sepak takraw yang sering membela Indonesia di sejumlah kegiatan internasional seperti Asian Beach Games dan kejuaraan sepak takraw bertaraf dunia (super series).

Bahkan, penyemes utama di tim sepak takraw Indonesia ini telah mengharumkan nama Indonesia di beberapa even internasional hingga kejuaraan sepak takraw dunia
Saat ini Roslin Dida sedang menjalani pemusatan latihan daerah (pelatda) bersama atlet Yanti Laga Nawa, Mega Boboy, Erlin Lobo Mone dan Marince Riwu. Mereka saat ini sedang latihan intensif untuk mempersiapkan diri membela NTT pada PON XIX/2016 di Jawa Barat bulan September 2016 mendatang.

"Tuhan kasih berkat melalui bakat yang Roslin miliki saat ini, sebagai pemain (atlet) sepak takraw. Ini talenta yang harus dikembangkan. Roslin bisa menjadi atlet hingga saat ini semuanya karena campur tangan Tuhan. Dan Roslin selalu mengandalkan Tuhan dalam hidup ini. Ini pula yang menjadi moto dan pegangan hidup saya," tutur Roslin, saat diwawancarai Pos Kupang pada sesi latihan di area kompleks olahraga Oepoi Kupang, Jumat (1/4/2016).

Roslin yang didampingi pelatih sepak takraw Edu Penu Weo, mengaku ia bisa menjadi atlet sepak takraw berprestasi Asia karena tekun latihan.

"Roslin bangga karena beberapa kali memperkuat Indonesia di kejuaraan sepak takraw bertaraf dunia. Diantaranya Kings Cup 2012 di Thailand. Di even dunia ini Indonesia meraih medali perunggu. Juga di Asian Beach Game tahun 2012 di China, yang mana Indonesia meraih medali perak dan medali perunggu nomor tim dan regu," kenang Roslin, yang saat ini kuliah semester VIII PJKR Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang.

Roslin mengaku saat mengikuti pelatihan di Jakarta, harus bersaing dengan banyak atlet sepak takraw dari seluruh Indonesia. ."Saya terpilih memperkuat Indonesia. Ini berkat campur tangan Tuhan dalam hidup Roslin. Ada banyak pemain yang diseleksi di pelatnas Jakarta, saya bisa lolos dan selalu dipakai Pengurus Pusat PP PSTI untuk membela Indonesia di sejumlah even sepak takraw dunia. Ini sangat luar biasa," ujar Roslin.

Ia mengaku walaupun pola permainan bagus dimiliki seorang pesepak takraw, namun untuk memperkuat tim inti membela Indonesia pada even internasional tidak terlepas dari penilaian subyektif pelatih.

"Itu hak prerogatif pelatih untuk menentukan pemain, apakah masuk tim inti memperkuat Indonesia mengikuti sepak takraw dunia atau sebaliknya. Apalagi kita pemain dari wilayah Timur kurang diperhitungkan, walaupun sangat cemerlang. Namun puji Tuhan Roslin mampu membuktikan bahwa atlet NTT bisa membela dan mengharumkan nama Indonesia di even olahraga sepak takraw dunia. Ini semua menjadi memori dalam hidup Roslin. Semua ini berkat campur tangan Tuhan dalam perjalanan hidup Roslin," ujarnya.

Roslin akan menjadi atlet penyemes utama sepak takraw NTT pada PON XIX/2016 di Jabar. "Doakan semoga NTT bisa meraih prestasi terbaik di PON XIX September mendatang," harapnya. (ferry ndoen)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved