Sopir Angdes Tolak Tarif Turun, Alasannya Harga Suku Cadang Tidak Turun

Beberapa sopir angkutan pedesaan dengan trayek Noelbaki - Oesao dan Oesao - Camplong, menolak menurunkan tarif angkutan penumpang.

Sopir Angdes Tolak Tarif Turun, Alasannya Harga Suku Cadang Tidak Turun
ilustrasi makanan gandum 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Beberapa sopir angkutan pedesaan dengan trayek Noelbaki - Oesao dan Oesao - Camplong, menolak menurunkan tarif angkutan penumpang.

"Harga BBM boleh turun. Tapi harga suku cadang tiap tahun naik terus. Kalau ban gundul, mau ganti pakai ban gerobak kow, Pak?" kata Ansel kesal, salah satu sopir sekaligus pemilik angdes, Jumat (1/4/2016).

Jika harga BBM turun diikuti harga sembako dan harga suku cadang kendaraan juga turun, maka Ansel mengaku rela menurunkan tarif angkut penumpang.

"Lebih baik ya, harganya tetap seperti sekarang, yaitu Rp 4.000 per penumpang umum dan Rp 2.000 penumpang pelajar/mahasiswa," katanya.

Lain lagi pendapat Luiz da Costa. Ia mengatakan harga tarif penumpang sekarang sudah standar. Jika diturunkan, ia bisa bangkrut.

"Saya kredit mobil di dealer. Kalau dealer bilang harga cicilan kredit turun karena harga BBM turun, saya rela turunkan tarif penumpang. Kalau harga BBM turun tapi cicilan bunga kredit tidak turun, saya mau bayar hutang pakai apa? Sebaiknya tarif penumpang tetap saja," kata pemilik angdes yang berdomisili di Tuapukan ini.

"Maaf saja Pak! Kalau nasi ayam di warung harganya juga ikut turun karena BBM turun atau harga beras dan minyak goreng juga turun, saya rela Pak! Nanti kami bayar makan siang di warung, Mas Jawa tidak mau tahu, meski harga BBM turun Rp 500, tapi harga nasi ayam tetap saja Rp 15.000 per piring," tambah Metros Boimau, sopir angdes lainnya sambil tertawa terbahak-bahak. (*)

Penulis: Julius Akoit
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved