2,1 Ton Kepiting Bertelur Gagal ke Tawau Malaysia

Lagi-lagi aksi penyeludupan kepiting bertelur digagalkan aparat berwajib

2,1 Ton Kepiting Bertelur Gagal ke Tawau Malaysia
TRIBU KALTIM/JUNISAH
Inilah 71 koli kepiting bertelur yang disimpan di dalam kardus putih diangkut ke atas mobil untuk dilepaskan ke Dermaga Pelabuhan Mamburungan, Kamis (31/3). 

POS KUPANG.COM, TARAKAN -- Lagi-lagi aksi penyeludupan kepiting bertelur digagalkan aparat berwajib. Sebanyak 71 koli atau sekitar 2,1 ton kepiting bertelur yang akan dikirim ke Tawau Malaysia berhasil digagalkan, Kamis (31/3) pukul 05.00 Wita. Kali ini yang menggagalkan anggota Polair Polres Tarakan.

Aparat langsung menyerahkan kepiting bertelur yang masih berada di dalam kotak kardus putih tersebut kepada petugas Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas II Tarakan.

Kepala Bidang Tata Usaha, BKIPM Kelas II Tarakan, Jonison mengungkapkan, sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Perikanan dan Kelautan Nompr 01 Tahun 2015 melarang menangkap dan mengekspor kepiting dengan ukuran karapas hurang dari 15 cm, dan berat di bawah 200 gram, termasuk kepiting dalam kondisi bertelur.

"Sesuai dengan permen tersebut setiap kepiting bertelur yang berhasil diamankan oleh petugas harus langsung dilepaskan kembali ke habitatnya. Kita pun langsung melepaskan kepiting bertelur ini di Dermaga Pelabuhan Mamburungan Lantamal XIII Tarakan," ucapnya.
Jonison menegaskan, melihat dari kondisi kepiting bertelur dan kardus putih yang diamankan ini, pihaknya memperkiraka kepiting bertelur ini tidak hanya berasal dari Tarakan dan Bulungan, namun juga berasal dari Balikpapan. "Kalau lihat dari kardus putihnya ini, kepiting bertelur ini berasal dari Balikpapan," katanya.

Ditegaskan Jonison, dalam tiga bulan terakhir, 71 koli kepiting bertelur ini tangkapan paling besar yang berhasil digagalkan oleh petugas keamanan. "Karena ini tangkapan besar jadi kita putuskan untuk melepaskannya di Dermaga Pelabuhan Mamburungan," katanya.

Tak hanya itu selama tiga bulan terakhir Januari hingga Maret ada 11 kali BKIPM Kelas II Tarakan melepaskan kepiting kembali ke habitatnya. Dengan 11 kali ini kalau ditotal ada 17.584 ekor kepiting yang dilepaskan ke Dermaga Pelabuhan Mamburungan dan kawasan mangrove di Jalan Hasanuddin (lihat grafis)

Mengenai kronologi penangkapan Jonison menjelaskan, pihaknya mendapatkan informasi dari Polair Polres Tarakan, bermula ketika anggota Polair melakukan patroli di Jembatan Bongkok.

Jonison menambahkan, anggotanya melihat ada sebuah speedboat yang hendak berangkat dengan membawa kardus putih dengan jumlah yang banyak.

Saat anggota polair mendekati speedboat tersebut, jelas Joison, beberapa orang yang ada di atas speedboat langsung lari meninggalkan kardus putih dan speedboat.

Padahal, lanjut Jonison, speedboat tersebut hendak berangkat, karena tali depan sudah dilepas, namun tali belakang masih terikat. Keburu ketahuan petugas orang-orang di speedboat langsung kabur.

"Jadi kepiting bertelur itu diserahkan kepada kami untuk dilepas. Sementara untuk speedboat akan ditindaklanjuti oleh Polair Polres Tarakan. Untuk menanyakan lebih lanjut seperti apa speedboatnya langsung ke Polair Polres Tarakan," katanya. (Tribun Kaltim.Com)

PELEPASAN KEPITING BERTELUR JANUARI-MARET 2016
No Tgl Pelepasan Jumlah Ekor
1 11 Januari 2016 75
2 14 Januari 2016 47
3 24 Januari 2016 40
4 29 Januari 2016 341
5 31 Januari 2016 71
6 11 Februari 2016 4680
7 14 Februari 2016 4950
8 18 Februari 2016 180
9 25 Februari 2016 180
10 12 Maret 2016 630
11 31 Maret 2016 6390
Total 7584
Sumber: BKIPM Kelas II Tarakan (Tribun Kaltim.Com)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved