Ternyata, Penguatan Rupiah Berakhir ke Mal-mal Singapura

Penguatan rupiah justru membuat mal-mal di Singapura tersenyum karena banyak warga Indonesia tertarik berbelanja ke surga belanja Asia Tenggara terseb

Editor: Alfred Dama
HBA/Kompas.com
Distrik bisnis Marina Keppel Bay, tampak dari kompleks megablok Marina Bay Sands, Singapura, Jumat (29/5/2015). 

POS KUPANG.COM -- Dampak dari menguatnya mata uang rupiah selama enam bulan terakhir terhadap dollar AS justru tidak memberikan efek signifikan bagi Indonesia.

Penguatan rupiah justru membuat mal-mal di Singapura tersenyum karena banyak warga Indonesia tertarik berbelanja ke surga belanja Asia Tenggara tersebut.

Hal itu juga terjadi pada Dewi Lestari (20) yang lebih memilih belanja ke Singapura untuk pertama kalinya, seiring menguatnya rupiah.

"Nilai tukar sedang bagus dan Singapura adalah surga belanja," kata Dewi, yang sehari-hari bekerja sebagai asisten administrasi di sebuah bengkel mobil. Dewi menggunakan feri dari Batam untuk menyeberang ke Singapura. "Itu alasan saya ke Singapura," lanjut Dewi yang berdomisili di Jakarta ini.

Berdasarkan data lembaga pariwisata Singapura, kedatangan turis Indonesia ke negara singa ini naik 5,4 persen pada Januari dibanding periode yang sama pada 2015. Jumlah tersebut merepresentasikan 248,943 warga Indonesia yang berkunjung ke Singapura sepanjang Januari. Negara tujuan lain yakni China dan Australia.*

kuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com  atau http://kupang.tribunnews.com

Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved