Warga Waidoko Sikka : "Musim Hujan Kami Benar-Benar Sengsara"

Petrus Geong dan Markus Naru,dua warga RT 12/RW 02,Kampung Waidoko

Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso

POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Petrus Geong dan Markus Naru,dua warga RT 12/RW 02,Kampung Waidoko,Kelurahan Wolomarang,Kecamatan Alok Barat meminta Pemkab dan DPRD Sikka jangan melupakan Kampung Waidoko.

Dua warga ini meminta agar ke depan ini pemerintah dan dewan harus memperbaikki semua infrastruktur jalan dan drainase yang sudah rusak.

Saat musim hujan, Waidoko seperti jadi lautan air dan banjir masuk sampai ke rumah warga. Warga pun musim hujan harus berjuang mengatasi air yang turun dari bukit ke pemukiman warga.

"Ingat kami di Waidoko setiap musim hujan air masuk ke rumah dan banjir di mana-mana.Jalan sudah rusak.Drainase rusak.Jalan semua hancur karena air hujan.Bangun turap hancur karena tidak kuat.Maka itu kami minta pemerintah jangan diam dan lupa Waidoko juga butuh perhatian. Kalau musim hujan kami benar-benar sengsara," kata Petrus Geong,warga Waidoko yang ditemui Pos Kupang di kediamannya, Senin (22/3/2016) siang.

Geong mengatakan, jalan dan drainase rusak yang rusak telah membuat Waidoko seperti pemukiman kumuh dan tanpa perhatian.

"Maka itu kami minta pemerintah perhatikan jalan di Waidoko. Semua drainase sudah rusak. Ada bangunan pengaman kali tapi sudah rusak," kata Geong.

Pantauan Pos Kupang, kondisi jalan di Kampung Waidoko, Kelurahan Wolomarang yang berada di belakang Pasar Alok yang dibatasi dengan kali mati sudah dipadati bangunan rumah.

Rumah yang dibangun pada umumnya rumah tembok dan sebagian semi permanen. Bangunan rumah memang sangat banyak dan jalan masuk ke rumah warga sudah mulai rusak karena setiap musim hujan dirusakki banjir. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved