Dengan Modal Awal Rp 2 Juta

Bank NTT Buka Akses bagi Masyarakat

Bank NTT dan jaringan perempuan usaha kreatif ini akhirnya membentuk Unit Pelayanan (UPL) Mikro UMKM Bank NTT.

Editor: Paul Burin

POS KUPANG.COM, KUPANG - Sejak 2012, Bank NTT dibantu para ibu yang tergabung dalam jaringan perempuan usaha kreatif membuka akses agar masyarakat lebih mudah berhubungan dengan bank.

Bank NTT dan jaringan perempuan usaha kreatif ini akhirnya membentuk Unit Pelayanan (UPL) Mikro UMKM Bank NTT yang bertugas melakukan sosialisasi dasar dan informasi mengenai Bank NTT, terutama modal pinjaman untuk mengembangkan usaha. Sebab pegawai Bank NTT juga terbatas untuk menjangkau seluruh usaha masyarakat yang tersebar di mana saja. Pada intinya, masyarakat harus memiliki usaha.

Demikian disampaikan Head Group Line Bussines Mikro Bank NTT Pusat, Boy Nunuhitu, ketika ditemui Pos Kupang, Senin (21/3/2016). Ketika ditemui Boy tengah duduk bersama tiga orang ibu sambil berbincang-bincang. Ternyata tiga orang ibu ini selama ini menjalankan UPL Mikro UMKM Bank NTT.

Boy mengatakan, jaringan tersebut menguatkan permodalan di sektor rill masyarakat, pembinaannya ada di kota atau kabupaten dan modalnya di bank. Aneka usaha bisa dibantu melalui modal usaha.

Saat dimintai tanggapan mengenai usaha kuliner di Kupang yang susah mendapatkan modal, seperti dilansir Pos Kupang, Minggu (20/3/2016), pelaksanan UPL yang membawahi wilayah Kota, Indra Lay mengatakan, ia sudah mengakses warga yang memiliki usaha kuliner di malam hari di depan Toko Barata. "Saat ini para penjual sedang mengumpulkan KTP, setelah itu pegawai Bank NTT bisa turun dan memroses," tuturnya.

Kata Indra, jika para pemilik usaha mikro ingin meminjam modal pada dasarnya harus membentuk karakter, mau tidak untuk mengembangkan usahanya. Jangan hanya memikirkan modal atau uang saja, tapi karakternya harus dibentuk.

Modal awal yang dipinjamkan untuk mengembangkan usahanya tersebut senilai Rp 2.000.000. Sebab membangun sebuah kepercayaan tidak langsung dengan nominal yang besar.

Jaringan Mikro UMKM Bank NTT, yang dikoordinir Yustin Saci ini memiliki tugas dan tanggung jawab memberi pemahaman mengenai nominal modal, hitungan bagaimana mengangsur pinjaman dan pinjaman tanpa modal. Debitur tinggal menunggu tabungan dan uang sampai di tangan, tanpa harus pusing bolak-balik ke bank. Tapi, juga diajar bagaimana mengenal perbankan dan tata cara ketika melakukan transaksi di bank.

Ke depan kata Yustin, UPL Mikro UMKM akan menyasar buruh migran, disabilitas dan mungkin membuka ruang untuk Odha bisa mengembangkan usahanya.

UPL Mikro bisa diakses dengan mudah melalui Yustin Saci dan Eka yang membawahi Kupang Tengah; Rachel Taebenu membawahi wilayah Baumata; Indra Lay, Kota Kupang; Widya Ulu, Kupang Timur; wilayah Lasiana, Welly Manafe; Oesapa, Flora Bara. (yen)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved