Liputan Khusus

Rabono: Program FLPP Tidak Hanya untuk PNS

Untuk menyukseskan program ini, BTN menggandeng instansi pemerintah. Bank BTN juga menggandeng Bapertarum

Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra

POS KUPANG.COM - Terkait program rumah murah berikut ini penjelasan
Kepala Cabang BTN Kupang, Rabono. Pemerintah memberi tugas kepada Bank Tabungan Negara (BTN) untuk menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FLPP). Porsinya secara nasional lebih dari 90 persen sehingga market share cukup besar. Khusus di Kupang, FLPP terbanyak ke Bank BTN.

Untuk menyukseskan program ini, BTN menggandeng instansi pemerintah. Bank BTN juga menggandeng Bapertarum, sehingga bersinergi antara Bank BTN, Bapertarum dan anggota REI NTT. Bank BTN sudah melakukan kerja sama dengan pemerintah provinsi. Gubernur NTT telah menandatangani kerja sama penyediaan rumah bagi PNS.

Gubernur meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menjadwalkan sosialisasi setiap dinas. Bank BTN menjelaskan program FLPP, produknya oleh Bapertarum dan developer. Dengan sinegi itu, maka PNS bisa menyerap perumahan. Beberapa developer sudah siapkan perumahan FLPP. Tinggal BTN mendorong PNS memilih mengambil fasilitas ini. Jika tidak, maka rugi. Uang muka FLPP cuma satu persen. Jika ada Bapertarum akan membantu untuk menutupi biaya-biaya yang lain. Jika dihitung, maka total yang disiapkan untuk mendapatkan rumah cukup minim.

Bulan Mei tahun 2015, program sejuta rumah ini dicanangkan. Sebenarnya, dari REI sudah berusaha keras membangun duluan dan sambil mencari konsumen. Di situlah aspek yang sangat mendukung. Programnya tidak hanya untuk PNS, tetapi TNI/Polri dan swasta yang telah menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan dari sektor formal dan informal. Tujuannya mendorong sektor informal mendapatkan rumah. Yang dikenakan Down Payment (DP=uang muka) satu persen adalah instansi atau kantor yang telah melaksanakan perjanjian kerja sama untuk pembiayaan perumahan bagi karyawan. Kalau pihak swasta yang belum ada PKS (perjanjian kerja sama), DP-nya lima persen.

Program sejuta rumah ini demi pemerataan kepemilikan rumah. Dengan syarat gaji maksimal Rp 4.000.000 dan belum memiliki rumah. Misalnya, karyawan swasta yang hanya mendapatkan gaji pokok UMP, maka rasio perbankan sepertiga. Jika UMP misalnya Rp 1.470.000 dibagi tiga, hasilnya jadi rasio ideal untuk membeli rumah. Kalau Rp 400.000-an rumah mana yang bisa dibeli dengan nilai angsuran tersebut?

Hal ini perlu menjadi pertimbangan anggota REI karena REI membangun rumah tipe 30. Padahal FLPP minimal tipe 21. Jika dibuat tipe 21 akan terjangkau. Bank BTN terus mendorong REI agar membangun rumah dengan tipe bervariasi, tidak hanya tipe 30, tapi juga tipe 21 agar bisa dijangkau oleh masyarakat penghasilan dengan kategori UMR.
Rumah subsidi ini sudah ada sejak lama, hanya berganti nama saja dengan skim berbeda. Program terakhir ini paling bagus karena bunganya tetap. Bila satu persen atau lima persen, maka masa kreditnya selama 20 tahun bunganya tetap.

BTN mengimbau seluruh TNI/Polri, PNS dan peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk mengambil rumah ini. BTN akan terus melakukan sosialisasi.
Saat ini, bukan BTN saja yang melayani penyaluran FLPP, ada juga bank lainnya. Bank

BTN menyikapinya dengan senang hati bank kompetitor yang ikut membiayai atau memfasilitasi FLPP. Jika semakin banyak bank, maka kebutuhan rumah semakin terpenuhi. Ini bukan persaingan, tapi marilah bersama membangun NTT.

Sejak program sejuta rumah dicanangkan, Bank BTN sudah menyiapkan sumber daya manusia yang sudah dipisahkan yang melayani FLPP dan non FLPP agar tidak campur baur. Bank BTN juga mempunyai tim Consumer Landing Marketing (CLM) yang ditugaskan melakukan pendekatan ke para pengembang. Program BTN 151, satu persiapan berkas, lima proses dan satu realisasi. Jika bukan PNS, seperti pemilik kios, toko dan lainnya perlu ditinjau dan bisa jadi 151 tidak terlaksanakan. (yen)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved