Breaking News

Mendag: Filipina Punya 300 KEK, Indonesia Cuma Punya Delapan

"Dan KEK mereka (Filipina) memproduksi 70 persen dari semua ekspor (barang) Filipina, dan 90 persen dari ekspor jasa," kata Thomas

Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Kompas.com
Menteri Perdagangan Thomas Lembong di Kantor Wakil Presiden, Selasa (09/02/2016). 

POS KUPANG.COM, BATAM - Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong menyatakan, Indonesia masih perlu memperbanyak pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) atau Special Economic Zone (SEZ).

"Terbukti negara tetangga yang memiliki banyak KEK, perdagangannya maju dengan pesat," kata Thomas dalam Sosialisasi Transformasi Perubahan Kebijakan Batam dari Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Batam Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, di Batam, Senin (14/3/2016).

Thomas mencontohkan salah satu negara di kawasan yang banyak memiliki KEK adalah Filipina. Tak tanggung-tanggung, jumlah KEK yang dimiliki Filipina mencapai 300 kawasan.

Jika dibandingkan dengan Indonesia yang hanya memiliki delapan kawasan, jumlah KEK Filipina terbilang fantastis.

"Dan KEK mereka (Filipina) memproduksi 70 persen dari semua ekspor (barang) Filipina, dan 90 persen dari ekspor jasa," kata Thomas.

Saat ini, Indonesia baru memiliki delapan KEK yakni KEK Sei Mangkei kabupaten Simalungun, Sumatera Utara; KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Selanjutnya KEK Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah; KEK Morotai, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Lainnya, KEK Tanjung Api-Api Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan; KEK Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten; KEK Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat; dan KEK Belitung, Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Thomas mengaku, sudah ada tiga wilayah baru yang diusulkan untuk dikembangkan menjadi KEK. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved