Walikota Tidak Beri Bantuan Korban Longsor di Belo

Masih saja ada warga yang serobot dan bangun. Salah dia sendiri kalau sudah longsor begini. Pemerintah sudah larang tapi tidak mau ikut

Walikota Tidak Beri Bantuan Korban Longsor di Belo
POS KUPANG/JOHN TAENA
Lurah Fatu Feto, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Yunda Bunga, saat memantau lokasi rawan longsor di wilayah itu. Senin (25/1/2016) 

POS KUPANG.COM, KUPANG - Kamis (3/3/2016) sekitar pukul 12.30 Wita, Walikota Kupang, Jonas Salean bersama Kapolsek Maulafa, Kompol Sriyati dan beberapa kepala SKPD lainnya meninjau lokasi longsor di RT 18/ RW 07 Kelurahan Belo. Usai melihat rumah milik Yusak Nenoharan yang hancur akibat longsor pada Senin (29/2/2016) lalu, Jonas menegaskan, tidak akan memberikan bantuan kepada korban.

"Korban sudah tahu kalau tanah di sekitar rumahnya akan longsor makanya dia mengungsi ke rumah kerabatnya. Kita sudah jauh-jauh hari melarang masyarakat untuk bangun di daerah ini karena rawan. Masih saja ada warga yang serobot dan bangun. Salah dia sendiri kalau sudah longsor begini. Pemerintah sudah larang tapi tidak mau ikut," tegas Jonas.

Jonas mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membangun rumah di bantaran kali tersebut. Selain tanah di sekitar sangat rawan longsor, pemerintah tidak akan menerbitkan IMB untuk bangunan tersebut. Jonas meminta ketua RT dan RW setempat untuk melarang masyarakatnya membangun di daerah tersebut.

"Mana untuk hal begini juga harus walikota yang larang. Kan ada ketua RT dan RW. Mereka ini yang harus larang warganya untuk stop membangun di daerah rawan tersebut. Kita memang sengaja tidak membangun bronjong di daerah tersebut karena melihat kikisan aliran kali tidak pada bagian tersebut. Saya harap masyarakat bisa belajar dari kejadian ini sehingga lebih memperhatikan himbauan pemerintah," ujarnya.

Lurah Belo, Marthen Benu mengatakan, sudah membuat laporan terkait bencana tanah longsor tersebut. Selain dikirimkan ke BPBD, dirinya juga memasukkan laporan tersebut kepada Dinas Sosial Kota Kupang.

"Bantuan sampai saat ini belum ada yang turun. Tetapi laporan sudah kami masukan. Sedangkan bantuan dari pihak kelurahan sendiri tidak ada karena kami tidak ada pos anggaran untuk bantuan sosial seperti ini," ungkap Benu.

Pantauan Pos Kupang, nampak tanah di lokasi longsor merupakan tanah tumpangan sehingga mudah longsor. Tanah yang didominasi tanah putih tersebut, nampak masih berserakan menimbun sisa-sisa bangunan rumah Yusak Nenoharan. Nampak beberapa bahan bangun seperti balok dan seng bekas bangunan rumah sudah disusun rapi. (din)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved