Cabai Rawit Jadi Komoditas Utama Pendoronh Deflasi
Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks harga tertinggi adalah kelompok makaman jadi, minuman, rokok dan tembakau
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Marsel Ali
Laporan Wartawan, Yeni Rachmawati
POS KUPANG.COM, KUPANG--Di NTT yang mengalami deflasi, komoditas utama yang menjadi pendukungnya ialah cabai rawit yang mengalami penurunan 29,61% atau (-29,6%), diikuti oleh sawi putih -17,07%, daging ayam ras -15,7%, cabai merah, daun singkong, semen, besi beton, tarif listrik dan lainnya.
Di kota Kupang pun, kata Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia, cabai rawit juga menjadi komoditas utama penyumbang deflasi dengen mengalami minus 32.47 yang diikuti sawi putih -17.08%, cabai merah -15.76%, daging ayam ras -15.53% dan sebagainya.
Maritje menambahkan, deflasi yang terjadi di NTT karena adanya penurunam indeks harga pada tiga dari tujuh kelompok pengeluaran, dengan penurunan terbesar terjadi pada kelompok bahan makanan, yang diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar.
Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks harga tertinggi adalah kelompok makaman jadi, minuman, rokok dan tembakau.
Di kota Maumere, berbanding terbalik dengan Kota Kupang yaitu mengalami inflasi. Inflasi tersebut didorong oleh kenaikan ketela pohon dengan perubahan 61.00%, sawi hijau 35.89%, bayam 18.81%, kol putih 10.53% dan lainnya.