Servas: Harus Ada Perda Jasa Konstruksi

Servas mengatakan catatan terakhir APBD dan APBN 2015/2016 dana yang masuk berjumlah ratusan triliun, dana yang mengalir begitu luar biasa.

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Alfred Dama
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI TOHRI
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya usai memukul gong sebagai tanda dibukanya Musda II dengan resmi, di Raffa Room Ima Hotel, Sabtu (27/2/2016). 

Laporan Wartawan, Yeni Rachnawati

POS KUPANG.COM, KUPANG --"Musda Askonas hari ini adalah peristiwa luar biasa. Hadirnya Askonas yang ada di NTT harusnya bersyukur karena bisa bernaung di bawahnya," tutur Ketua Plt. Askonas Servas Lawang, S.H, MM pada acara Musda II di Raffa Hall Ima Hotel.

Servas mengatakan catatan terakhir APBD dan APBN 2015/2016 dana yang masuk berjumlah ratusan triliun, dana yang mengalir begitu luar biasa.

NTT akan menjadi incaran banyak pengusaha. Karena NTT memiliki segalanya akses pariwisata yang luar biasa dan mendunia.

Sehingga Stigma Nanti Tuhan Tolong harus dihapuskan, NTT harus menjadi kaya dan daerah yang makmur.
Ia mengatakan Askonas NTT harus menjadi barometer bagi Askonas lainnya.

"Askonas bisa menerbitkan sendiri sertifikat tenaga ahli, ke depan tinggal bekerja. Pada Mei 2016 UU konstrukai akan ditetapkan. Badan legislatif harus menyambung sehingga mempunyai suatu Perda yang mengatur jasa kontruksi secara lokal yang bertujuan menyederhanakan segala urusan dengan dunia kontraktor," tuturnya.*

Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com  atau http://kupang.tribunnews.com

Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved