Menyimak Catatan Penghasilan "Kupu-kupu Malam" di Kalijodo

Barang-barang pribadi para pekerja seks komersial (PSK) di Kalijodo masih berserakan di dalam kamar mereka

Menyimak Catatan Penghasilan
Jessi Carina
Salah satu buku yang diduga berisi catatan penghasilan salah satu PSK di Kalijodo. 

POS KUPANG.COM, JAKARTA --Barang-barang pribadi para pekerja seks komersial (PSK) di Kalijodo masih berserakan di dalam kamar mereka, Kamis (225/2/2016). Misalnya saja, pakaian-pakaian dan kosmetik yang ditinggal begitu saja di kamar dalam kafe-kafe itu.

Salah satu yang tertinggal adalah sebuah buku. Jika kemarin telah ditemukan buku diary dan buku catatan mucikari, kini ditemukan buku yang diyakini milik salah satu PSK bernama Juni.

Hal itu diketahui dari nama tersebut yang terus menerus muncul di halaman buku kecil itu. Buku itu bukan berisi curhatan, melainkan catatan harian si PSK mengenai berapa orang yang telah dia layani dan berapa uang yang akan dia terima.

Catatan penghasilan itu mulai ditulis Juni pada 22 Oktober 2015 lalu. Di dalam buku harian ini, Juni mendapat bayaran sebesar Rp 50 ribu untuk satu tamu.

Hanya dapat Rp 50 ribu

Jika mengacu dari peliputan harian ini sebelumnya, diketahui pengunjung kafe di Kalijodo membayar uang sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu jika ingin menyewa PSK. Diduga uang yang didapatkan PSK harus dibagi-bagi untuk sang mucikari dan sewa kamar, sehingga bersihnya PSK hanya mendapat Rp 50 ribu.

Kembali pada catatan penghasilan Juni, dia menulis secara berurut tanggal pada bulan itu. Di sampingnya, dia tulis total pelanggan yang dia layani hari itu, misalnya pada 4 November, Juni melayani 9 tamu. Kemudian dia mengalikan jumlah pelanggan dengan uang Rp 50 ribu, yang artinya hari itu dia mendapat uang sebesar Rp 450 ribu.

Rata-rata, Juni melayani 6 tamu setiap harinya. Namun, dia pernah melayani sebanyak 12 tamu dalam semalam pada bulan Desember. Jika dihitung, penghasilan Juni sebulan berkisar Rp 7 juta.

Memang ada beberapa hari di mana Juni tidak mendapat penghasilan. Sepertinya ketika itu dia libur karena ada tulisan "off" di catatannya. Misalkan saja bulan Januari, pada bulan itu Juni hanya melayani pelanggan dua hari saja.

Selebihnya dia"off" sampai 5 Februari 2016. Juni kembali mencatat penghasilannya pada 6 Februari 2016. Saat itu, dia melayani 11 tamu sehingga mendapat uang sebesar Rp 550 ribu. Namun setelah tanggal itu, tidak ada lagi catatan yang ditulis Juni. (Kompas.Com)

Editor: Rosalina Woso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved