Menghargai Kehadiran LGBT

Perlakuan seperti itu hampir diterima dan diwariskan begitu saja oleh masyarakat. Bahkan

Menghargai Kehadiran LGBT
PAUL FAITH / AFP
Kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transjender) meluapkan kegembiraan mereka setelah hasil referendum yang digelar di Irlandia menunjukkan sebagian besar warga negeri itu mendukung legalisasi pernikahan gay. 

POS KUPANG.COM - Keberadaan LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) di tengah masyarakat bukanlah hal baru. Sejak manusia hadir dan mendiami bumi ini dipastikan LGBT sudah hadir pula. Selama ini kehadiran dan keberadaan mereka di tengah masyarakat cenderung dilihat secara negatif. Kalaupun tidak disingkirkan dari pergaulan umum, keberadaan LGBT sering menjadi bahan tertawaan dan cemoohan. Perilaku mereka dianggap aneh dan melanggar kebiasaan.

Perlakuan seperti itu hampir diterima dan diwariskan begitu saja oleh masyarakat. Bahkan hingga saat ini perilaku para LGBT sering menjadi sorotan dan menghiasi pemberitaan media, di mana nuansanya cenderung memojokkan. Setidak-tidaknya perilaku mereka diangkat ke hadapan publik agar publik mencampakkannya ke dalam posisi terpuruk.

Di tengah sorotan yang cenderung negatif ini, para LGBT pun mulai bersuara dan memperjuangkan pengakuan akan keberadaannya di tengah masyarakat. Mereka tidak mau lagi dicap negatif dan ditempatkan sebagai warga kelas dua. Perjuangan mereka pun sudah didukung oleh sejumlah kelompok berpengaruh, terutama kelompok-kelompok pejuang hak asasi manusia.

Setidak-tidaknya mereka menginginkan pengakuan masyarakat bahwa mereka juga manusia sama seperti manusia-manusia lainnya yang secara fisik dan penampilan dianggap normal. Bahwa perilaku mereka beda dari masyarakat kebanyakan harus bisa diterima sebagai hal yang nomal karena mereka sendiri pun tidak pernah merencanakan dan mengupayakan berciri dan berperilaku sebagai LGBT.

Secara biologis, penampilan mereka mungkin dipandang sebagai penyimpangan gen, tetapi mereka sendiri tidak pernah merancang agar mereka terlahir sebagai LGBT. Bahkan orangtua yang melahirkan mereka pun tidak. Kalau demikian, sebagai orang beriman yang percaya bahwa segala sesuatu adalah karya tangan Tuhan, maka mestinya kita pun melihat LGBT sebagai ciptaan Tuhan yang baik adanya. Tuhan pasti punya rencana yang baik atas mereka.

Buktinya, mereka juga mampu melakukan hal-hal produktif, bahkan tidak bisa dijangkau oleh orang-orang kebanyakan yang menganggap diri normal. Mereka memiliki bakat seni, seperti fashion, rias-rias kecantikan. Mereka juga punya bakat di bidang tarik suara, olahraga dan profesi-profesi lainnya yang dijalani oleh manusia kebanyakan.

Mereka juga mamiliki iman, percaya kepada Tuhan dan mampu menjalankan ajaran-ajaran agama. Bahwa kadang-kadang perilaku mereka menyimpang dari moral mestinya dilihat sebagai kelemahan manusiawi sebagaimana manusia-manusia kebanyakan juga kadang-kadang bertindak melawan norma dan hukum yang berlaku. Boleh jadi perilaku-perilaku menyimpang itu sebagai ekses dari sikap masyarakat yang cenderung memojokkan mereka.

Oleh karena itu, melalui ruang ini kita mengajak, mari kita memberikan tempat kepada kaum LGBT dan menempatkan mereka secara wajar sebagai bagian yang sah dari masyarakat kita. Hilangkan kecenderungan memojokkan dan menganggap mereka sebagai makhluk tak normal. Saatnya kita mengakui keberadaan mereka.*

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved