LIPSUS

LGBT itu Sahabat Kita

Lesbian,Gay,Biseksual dan Transgender (LGBT) merupakan sahabat dan saudara kita sehingga harus saling mendukung dan menyelesaikan persoalana yang ada.

LGBT itu Sahabat Kita
ist
Ansi Damaris Rihi Dara, SH, Direktris LBH APIK NTT

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) merupakan sahabat dan saudara kita. Dan sebagai saudara artinya kita harus saling memberi dukungan dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi secara bersama sama.

Demikian disamaikan Ketua KPAD NTT, Dr. Husein Pancratius, dan Direktris LBH Apik NTT dan Pdt. Ester Mariani Rihi Gah, kepada Pos Kupang, di tempat berbeda, Jumat dan Sabtu (19-20/2/2016) siang menanggapi isu LGBT di Kupang NTT.

Ansi mengatakan, setiap perbedaan pendapat dan pilihan mestinya dihargai termasuk beda orientasi seksual yang dipilih oleh kaum LGBT dalam kehidupan. Perbedaan pendapat dan pilihan itu jangan dijadikan hal untuk diperdebatkan apalagi sampai kearah tindakan dikriminasi dan kekerasan terhadap kaum LGBT.

"Saya sangat menyayangkan jika banyak orang bicara tentang LGBT namun dia sendiri tidak paham dengan apa yang dibicarakan sehingga menyesatkan orang. Hal ini akahinya menunjukkan kedangkalan berpikirnya. Jika pejabat public tidak paham LGBT, maka kebijakan nya pun pasti tidak pro LGBT," kritik Ansi.

Ansi menlai masih banyak yang mengklaim LGBT adalah manusia paling pendosa, tidak bermoral, selalu terlibat dalam tindak kejahatan. Seakan LGBT adalah pelaku kejahatan sehingga harus disikriminasikan dan tidak diberikan hak seperti warga Negara lainnya.

"Terus saya bertanya sekarang. Coba cek di rutan dan lapas, para pelaku kejahatan, pencuri, pemerkosa, narkoba, koruptor, pembunuh, pelaku cabul dan lainnya itu, pelakunya lebih banyak LGBT atau homoseksual, atau pelakunya heteroseksual? Lebih banyak heteroseksual kan. Nah itu artinya sebenarnya siapa yang paling pendosa, tidak bermoral dan sering melakukan tindak kejahatan. Silahkan menjawabnya," kritis Ansi.

Ansi berharap ada pengakuan Negara terhadap LGBT hingga pada identitas diri di KTP yang menyebutkan jenis kelamin LGBT.

"Dengan demikian tidak ada lagi sandiwara yang dilakoni LGBT dalam menjalani kehidupannya. Kami LBH APIK NTT membuka diri untuk memberikan dampingan kepada kaum LGBT yang mengalami diskriminasi atau kekerasan fisik dan psikis di lingkungannya. Sudah beberapa kali kami bertemu dengan komunitas ini dan akan terus mengawal mereka agar tidak mendapat perlakuan perlanggaran HAM," kata Ansi,

Sementara Husein mengatakan, seluruh komunitas LGBT di Kupang sudah masuk dalam KPAD NTT dan secara rutin mereka akan dilakukan pertemuan guna membahas isu terbaru. Bahkan jika berkujung ke suatu tempat, KPAD melibatkan komunitas ini agar bias memberikan pencerahan kepada masyarakat yag dikunjungi. Hal ini sebagai salah satu cara untuk bias mensosiaisasikan keberadan LGBT di sejumlah tempat.

"Ingatlah bahwa mereka itu juga manusia, WNI yang punya badan dan jiwa. Mereka seperti WNI lain yang bayar pajak, memberi derma pada rumah ibadah. Masa kewajiban sebagai WNI harus mereka lakukan tapi hak mereka sebagai WNI tidak diakomodir pemerintah dan masyarakat. Mereka tampil mode show, kalian lempar pakai batu, itu kan tidak benar," kritik Husein.

Menurut Husen LGBT belum berani tampil lak balakan Karen amasih ada diskriminasi dari masyarakt dan hal in emnajdi tugas bersama yang harus diperjuangkanagar suatu sata nanti LGBT ebanr0benar bsia idterima di masyarakat.

"Pilihan oeritenasi seksual mereka itu adalah hak mereka sebagai manusia dan waga Negara. Jangan kaitkan dnegna agama. Agama jangan diduniakan dan dunia jangan diagamakan. Sekarang kalau kalian bedakan maka kalau mereka derma di gereja , bedakan juga kotak derma untuk keleomok heteroseksual dan lgbt dan pelau leahatan lai, korupst rminsalnya. Atau kembalikan saya uang dermanya. Karena kau waria, kau gay, lesbian, saya kembalikan uang derma kalian, tapi uang koruptor saya terima. Apa begitu," kata Husein.

Pdt. Ester Mariani Rihi Gah, yang berharap agar Pemeirntah bisa melihat kelompok atau kaum LGBT ini sebagai suatu keragaman dalam kehidupan bermasyarakat.

"Bahwa di Negara Indonesia, di dunia ini, bukan saja ada kaum pria dan kaum wanita tapi kaum LGBT juga ada. Lihatlah dan akui kaum LGBT itu ada sebagai bagian dari keberagaman hidup manusia di dunia," kata Pdt Ester.
(vel)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved