Warga Potulando Curhat ke DPRD Ende, Air Sering Mati Tapi Bayaranya Tetap
Ratusan warga Qurubege, Kelurahan Potulando mengeluhkan soal air dan listrik serta berbagai prasana lainnya ke Anggota DPRD Kabupaten Ende, Mikael Bad
Penulis: Romualdus Pius | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Romualdus Pius
POS KUPANG.COM, ENDE -- Ratusan warga Qurubege, Kelurahan Potulando mengeluhkan soal air dan listrik serta berbagai prasana lainnya ke Anggota DPRD Kabupaten Ende, Mikael Badeoda yang melakukan reses di Jalan Sudirman, Kelurahan Potulando, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Jumat malam (19/2/2016).
Emil Sadipun, seorang warga Potulando, di hadapan Anggota DPRD Mikael Badeoda, mengatakan bahwa saat ini masyarakat kecil merasa diperlakukan secara tidak adil oleh PDAM maupun PLN karena ketika listrik maupun air mati masyarakat tidak mendapatkan ganti rugi atas pemadaman ataupun air yang tidak keluar namun demikian anehnya masyarakat tetap dituntut untuk membayar rekening bulanan bahkan apabila terlambat langsung didenda bahkan rekeningnya diputus secara sepihak oleh PDAM maupun PLN.
Menurut Emil, warga di Kelurahan Potulando saat ini mengalami kesulitan air begitupun dengan listrik kerap kali padam namun demikian warga tidak mendapatkan kompesasi dari PLN maupun PDAM.
Tokoh pemuda Qurubege, Beny Mbipi, dalam kesempatan itu mengatakan warga di Qurubege merasa mendapatkan perlakuan yang diskrimininatif soal air pasalnya PDAM mengatakan bahwa debit air yang menurun menjadi penyebab minimnya pasokan air ke rumah warga namun anehnya di Kelurahan Potulando ada pipa air yang airnya terus mengalir setiap waktu.
Pihaknya tidak tau air itu dialirkan ke daerah mana.
Menurut Beny, kalau memang air tidak ada tentu tidak ada air yang mengalir di pipa induk namun air di pipa induk terus mengalir sedangkan ke rumah warga di Kelurahan Potulando airnya jarang keluar sementara pipanya justru melintasi wilayah Potulando diantara perumahan warga yang kesulitan air.
Ini pipa yang saya injak ini airnya keluar tiap hari namun air tersebut jarang dialirkan ke rumah warga di Kelurahan Potulando terutama di kompleks Qurubege. Kami tidak tau airnya dialirkan kemana,kata Beny, sambil menginjak pipa yang ada di hadapannya.
Menanggapi pernyataan warga, Anggota DPRD Kabupaten Ende, Mikael Badeoda mengatakan pihaknya akan mengkomunikasikan permasalahan yang dialami oleh warga karena menurut Mikael semestinya kalau memang air jarang keluar maka warga tidak harus dibebani dengan rekening bulanan.
Hal yang sama sudah diberlakukan oleh PDAM Ende untuk warga di Jalan Udayana, Kecamatan Ende Tengah, maka hal yang sama semestinya juga diberlakukan PDAM Ende kepada warga di Kelurahan Potulando.
Mikael mengatakan, pihaknya berharap kedepan pelayanan PDAM Ende semakin ditingkatkan menyusul adanya penyertaan modal dari Pemda Ende sebesar Rp 3,5 Miliar.
Mikael mengatakan bahwa berbagai aspirasi dari masyarakat sebagai anggota DPRD Kabupaten Ende pihaknya siap memperjuangkan kepentingan masyarakat agar apa yang diharapkan bisa terealisasi.
Mengomentari pernyataan Mikael, Pater Ryen Kleden SVD, yang juga hadir dalam acara reses itu mengatakan memberikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kabupaten Ende, Mikael Badeoda yang telah gigih memperjuangkan kepentingan rakyat dan diharapkan komitmen tersebut terus terpelihara di masa yang akan dating karena bagaimanapun Anggota DPRD dipilih oleh rakyat maka sudah sepatutnya mereka memperjuangkan kepentingan rakyat.*
Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com atau http://kupang.tribunnews.com
Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang