Pantai Pasir Panjang Diterjang Gelombang

Pesisir pantai Pasir Panjang diterjang gelombang pasang saat hujan badai menerjang wilayah Kota Kupang dan sekitarnya, Senin kemarin.

Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Ndoen
Ferry Ndoen
PENGAMAN - Bangunan pengaman pantai Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang juga dibangun lopo taman baca anak bantuan CSR pihak rekanan atau kontraktor pelaksana PT Asta Mandala Abadi yang mengerjakan proyek pengaman pantai. bangunan lopo taman baca anak dibangun di sisi pengaman pantai. 

POS KUPANG.COM, KUPANG- Pesisir pantai Pasir Panjang diterjang gelombang pasang saat hujan badai menerjang wilayah Kota Kupang dan sekitarnya, Senin kemarin.

Namun saat ini masyarakat di wilayah Pantai Pasir Panjang, khususnya di wilayah RT 13, RW V bisa tidur dengan nyenyak karena pemerintah telah membangun bangunan pengaman pantai sepanjang 500 meter di sepanjang pesisir wilayah itu.

Ketua RT 13, RW V, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Opa Daris membenarkan hal itu, saat ditemui di Pantai Pasir Panjang, Jumat (19/2/2016) siang.

"Ya, masyarakat khususnya di RT 13 Pantai Pasir Panjang saat ini bisa tetap tidur nyenyak walau hujan badai serta gelombang musim barat menerjang. Masyarakat bisa tidur nyenyak karena pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara (NT) II sudah membangun bangunan pengaman pantai sepanjang 500 meter di sepanjang pesisir pantai ini," jelas Opa Daris.

Opa mengatakan, saat awal pembangunan bangunan pengamanan pantai Pasir Panjang sempat terjadi pro-kontra akibat persepsi masyarakat yang berbeda-beda. Bahkan ada yang berpikir negatif sehingga pembangunan sempat tersendat.

Namun beruntung banyak masyarakat Pasir Panjang yang berpikiran luas dan positif sehingga umumnya mendukung program pemerintah membangun bangunan pengaman pantai sehingga saat ini masyarakat RT 13 tak pernah takut walau hujan badai dan gelombang pasang menerjang di musim barat," kata Opa Daris.

Dia mengaku pada tahun 2014 silam pernah terjadi gelombang pasang yang dasyat menerjang wilayah pesisir pantai Pasir Panjang hingga puluhan warga di RT 13 harus mengungsi ke keluarga di wlayah RT lain. Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT sempat membangun tenda serta dapur umum untuk mengantisipasi pengungsian warga akibat bencana hujan badai serta gelombangan dasyat.

Secara terpisah, Kasatker PJSA SDA NT II, Ir. Marthen Tella, MT didampingi PPK Sungai Pantai I wilayah Timor dan kepulauan, Ir. Pahlawan Perang MT, ditemui di kantornya, Jumat ( 19/2/2016) mengaku dirinya bersama Kasatkar PJPA SDA NT II Provinsi NTT sudah meninjau lokasi Pantai Pasir Panjang serta lokasi Pantai Namosain pasca hujan badai disertai gelombang pasang pada, Senin (15/2/2016) lalu.

"'Tidak ada kerusakan yang terjadi akibat terjangan gelombanga pasang saat hujan badai. Masyarakat Pasir Panjang dan warga Namosain mengaku sekarang ini bisa tidur dengan nyenyak saat hujan badai disertai gelombang pasang," aku Wan Perang.

Tentang program tahun 2016, Wan Perang mengatakan pihaknya membangun bangunan pemecah gelombang di wilayah pantai wisata Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. (fen)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved