Jumat, 10 April 2026

Tudingan Kapolda Papua Soal Wartawan Jadi Informan Asing, Bisa Ancam Kebebesan Pers

Suwarjono mengatakan, peryataan Paulus dapat menyebabkan para wartawan takut untuk meliput isu-isu sensitif di Papua.

Editor: Alfred Dama
KOMPAS/FABIO COSTA
Suwarjono, Ketua Aliansi Jurnalis Independen 

POS KUPANG.COM, JAYAPURA -- Peryataan Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Paulus Waterpauw bahwa ada oknum wartawan yang jadi informan negara asing, dinilai mengancam kebebasan pers.

Hal ini disampaikan Ketua Aliansi Jurnalis Independen Suwarjono saat ditemui di Jayapura, Jumat (18/2/2016).

Suwarjono mengatakan, peryataan Paulus dapat menyebabkan para wartawan takut untuk meliput isu-isu sensitif di Papua.

"Wartawan takut dituduh seperti itu karena meliput isu sensitif yang berlawan dengan pemerintah dan kepolisian," kata Suwarjono.

Selain itu, lanjutnya, peryataan Paulus dapat menimbulkan kecurigaan di antara wartawan. Hal ini menyebabkan kondisi kerja antara wartawan di lapangan tidak nyaman.

(Baca: Oknum Wartawan di Papua Jadi Informan, Insan Pers Terkejut)

Suwarjono pun mendesak pihak kepolisian memahami tugas seorang jurnalis yang harus menyajikan fakta-fakta lapangan yang berimbang dan bertugas dengan independen.

"Wartawan jangan dijadikan kambing hitam apabila negara asing menilai rakyat Papua belum sejahtera," tambahnya.

Sebelumnya Paulus menyatakan terdapat salah seorang oknum wartawan di Papua yang menjadi informan bagi sejumlah negara asing.

"Kami sudah mendapatkan info adanya wartawan yang memberikan informasi tentang Papua ke sejumlah negara asing. Kementerian Luar Negeri yang seharusnya bertanggung jawab untuk menangani oknum tersebut," kata Paulus.*

Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com  atau http://kupang.tribunnews.com

Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved