Kontroversi LGBT

Dianggap Anti-kaum Gay, Pacquiao Kehilangan Kontrak

Dalam pernyataan tertulisnya, Nike mengecam ucapan Pacquiao yang menyebut perilaku kelompok gay lebih buruk daripada hewan

Dianggap Anti-kaum Gay, Pacquiao Kehilangan Kontrak
ANTARA FOTO/Andreas Atmoko
petinju Filipina Manny Pacquiao atau Pacman (kiri) berjalan memasuki Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wirogunan saat mengunjungi terpidana mati kasus narkotika asal Filipina, Marry Jane Fiesta Veloso di LP Wirogunan, Yogyakarta, Jumat (10/7/2015). 

POSKUPANG.COM, MANILA - Perusahaan perlengkapan olahraga Nike memutus kontrak dengan petinju Filipina, Manny Pacquiao, menyusul pernyataan keras Pacman soal keberadaan kaum gay.

Dalam pernyataan tertulisnya, Nike mengecam ucapan Pacquiao yang menyebut perilaku kelompok gay lebih buruk daripada hewan.

"Kami mengecam pernyataan Manny Pacquiao. Nike secara keras menentang diskriminasi dalam segala bentuk, dan telah lama mendukung hak-hak komunitas LGBT. Kami telah memutus hubungan dengan Manny Pacquiao."

Pacquiao (37) kini tengah mencalonkan diri untuk masuk menjadi anggota senat dalam pemilu bulan Mei. Ia memang dikenal sebagai penganut nilai-nilai Kristen yang fanatik. Ia mengucapkan kata-kata yang dianggap menyinggung tersebut dalam sebuah video yang ditayangkan oleh stasiun televisi lokal.

"Sederhana saja," kata Pacquiao. "Apakah Anda pernah melihat hewan bercinta dengan sesama jenis? Hewan lebih baik karena bisa membedakan antara jantan dan betina. Jika manusia tidak bisa membedakan, maka mereka lebih buruk daripada hewan," ungkap Pacquiao.

Pada akun Instagram-nya, Pacquiao menjelaskan bahwa ia hanya menyampaikan apa yang sudah tertulis di Kitab Suci. Belakangan, ia kemudian meminta maaf kepada pihak yang tersinggung.

Pernyataan Pacquiao mendapat kecaman dari selebriti Filipina. Komedian Vice Ganda yang memang terkenal sebagai gay mengecam dengan keras pernyataan Pacquiao.

"Banyak orang berpikir bisa menghakimi orang lain seperti Tuhan hanya karena dia datang dalam persekutuan doa ataupun membaca Injil," kata Ganda. "Senat Filipina membutuhkan banyak ahli politik dan hukum, bukan nabi-nabi buta."

Sebelum terjun secara total di politik, Pacquiao akan melakukan pertarungannya yang terakhir menghadapi Timothy Bradley pada 3 April mendatang. (kompas.com)

Editor: Marsel Ali
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved