Paman Bejat, Gauli Keponakan Sejak Kelas 5 SD Bahkan Sempat Hamil
Malang menimpa melati (bukan nama sebenarnya,red.), remaja puteri asal Bheda, Desa Wokowoe, Kecamatan Nangaroro. Remaja yang baru setahun menamatkan
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad
POS KUPANG.COM, NANGARORO -- Malang menimpa melati (bukan nama sebenarnya,red.), remaja puteri asal Bheda, Desa Wokowoe, Kecamatan Nangaroro. Remaja yang baru setahun menamatkan pendidikan sekolah dasar itu menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dalakukan om kandungnya, L.
Peristiwa yang menimpa melati baru diketahui Sabtu (9/2/2016) setelah masyarakat melaporkan kasus itu ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Nagekeo.
Pada hari yang sama, tim dari P2TP2A Nagekeo bersama aparat Kepolisiammn dari Polsek Nangaroro langsung menuju kediaman korban di Bheda.
Bersama Pengurus P2TP2A Nagekeo, kasus ini dilaporkan ke Polsek Nangaroro.
Setelah dilaporkan ke Polsek Nangaroro, Tim P2TP2A Nagekeo, yang dipimpin Sekretaris P2TP2A, Erna Lokon bersama penyidik Polsek Nangaroro dibawah komando Kapolsek Nangaroro, Dahlan langsung membawa korban melakukan visum et repertum ke Puskesmas Nangaroro.
Hasik visum, menunjukan ada tanda-tanda kekerasan. Namun untuk menguatkan bukti tersebut korban disarankan untuk mekakukan visum oleh dokter ahli kandungan di RSUD Ende.
Hasilnya seperti apa? Belum dijelaskan Kapolsek Nangaroro. Namun yang jelas, setelah menerima hasil visum dari dokter ahli di RSUD Ende, Penyidik Polsek Nangaroro langsung melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap korban dan hari ini, Kamis (17/2/2016), kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Ngada.
Korban sempat menyangkal informasi tentang kekerasan seksual terhadap dirinya. Namun berkat kesigapan penyidik, korban akhirnya luluh dan mengakui tentang kekerasan seksual yang menimpanya.
Dalam keterangan di depan polisi, korban yang sejak kelas 1 SD tinggal di runah sang paman, mengaku, sering diajak sang paman berhubungan badan.
Tindakan itu sudah dilakukan sang paman sejak ia duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar.
Korban bahkan mengaku sempat hamil, namun kehamilan tidak bertahan lama setelah meminum ramuan dari dukun yang diperkenalkan oleh isteri sang paman.
Informasi tentang hubungan terlarang korban dengan sang paman kemudian menjadibuah bibir warga setempat. Orang tua korban yang tidak tahan dengan informasi itu langsung menjemput korban dari rumah sang paman akhir Januari 2016 lalu dan berusaha menutupi kasus tersebut karena alasan kasus itu aib kekuarga.*
Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com atau http://kupang.tribunnews.com
Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/perkosa-cabul-perkosa_20151108_200505.jpg)