Effendi Simbolon Kritik Kebijakan Jokowi Bebas Visa

Ia menuturkan, pemerintah beralasan memberikan bebas visa pada ratusan negara untuk meningkatkan pendapatan devisa negara

Effendi Simbolon Kritik Kebijakan Jokowi Bebas Visa
PRESIDENTIAL PALACE/ Agus Suparto
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Hari Pers Nasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (9/2/2016). 

POS KUPANG.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon mengkritik kebijakan bebas visa yang berlakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menurut Effendi, Indonesia lebih banyak mendapatkan kerugian dari kebijakan tersebut.

Ia menuturkan, pemerintah beralasan memberikan bebas visa pada ratusan negara untuk meningkatkan pendapatan devisa negara.

Namun, Effendi menilai mayoritas negara yang diberikan bebas visa adalah negara yang masyarakatnya tidak memiliki tradisi berlibur ke luar negeri.

"Kebijakan bebas visa sebagai solusi untuk meningkatkan devisa, itu tidak setimpal," kata Effendi dalam rapat gabungan antara DPR dengan pemerintah di ruang Banggar, Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/2/2016).

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, dalam rapat Komisi I DPR bersama Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi beberapa waktu lalu, direkomendasikan agar kebijakan bebas visa untuk ratusan negara dibatalkan.

Pemerintah dianggap tidak terbuka dan kebijakan itu dinilai memberikan lebih banyak kerugian.

"Misalnya saya, liburan ke luar negeri bukan karena bebas visa," ujarnya.

Effendi melanjutkan, kebijakan bebas visa untuk ratusan negara juga membuat pengawasan masuk dan keluarnya warga negara asing semakin sulit.

Ia khawatir kebijakan ini akan meningkatkan status Indonesia sebagai negara tujuan kelompok radikal. (baca: Kunjungan Orang Asing ke Indonesia Naik 4,8 Persen di 2015)

Halaman
12
Editor: Marsel Ali
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved