Hari Valentine

Fepyani Thresna Feoh Berbagi Kado

Kepada Pos Kupang di kampus tersebut, Rabu (10/2/2016), putri sulung pasangan Stefanus N Feoh

Fepyani Thresna Feoh Berbagi Kado
POS KUPANG/METYL DHIU
Fepyani Thresna Feoh

POS KUPANG.COM - Merayakan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang tidak perlu menunggu tanggal 14 Februari setiap tahun. Valantine Day harus dirayakan setiap hari untuk mewujudnyatakan kasih yang dianugerahkan Tuhan kepada sesama manusia.

Demikian pandangan Fepyani Thresna Feoh, S.Kep, Ns, yang saat ini bekerja sebagai dosen keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Citra Husada Mandiri Kupang (CHMK).

Kepada Pos Kupang di kampus tersebut, Rabu (10/2/2016), putri sulung pasangan Stefanus N Feoh, dan Adryane Y Pingak, ini mengaku, sering merayakan Valentine Day. "Saya sering merayakan Valentine Day bersama keluarga dan sahabat. Di momen ini biasanya kami saling berbagi kado atau mengunjungi tempat-tempat rekreasi," ujar Fepi, yang lahir di Talae, Kabupaten Rote Ndao pada 26 April 1993.

Alumna Stikes CHMK dan melanjutkan program profesi Ners di Univesritas Adven Indonesia di Bandung, Jawa Barat ini mengatakan, Valentine Day memang identik dengan berbagi kasih.

Bagi Fepy, Valentine Day merupakan momen berharga untuk saling memberi cinta dan kasih sayang kepada setiap orang yang dijumpai. Wujudnya bisa lewat senyuman, sapaan, salaman dan tingkah laku yang baik dan sopan. Alumni SMA Negeri 1 Waikabubak dan SMP Negeri 1 Waikabubak, Sumba Barat ini menuturkan, ketika merayakan Valentine Day, ia pernah menerima kado spesial berupa bunga.

Tahun ini, ia belum berencana merayakan Valentine Day secara spesial. Yang pasti ia merayakan bersama orangtua dan keluarga. "Valentine Day tahun ini jatuh di hari Minggu, sehingga paling seperti biasa ke gereja, dan setelah itu merayakan bersama orangtua dan keluarga dengan makan-makan di rumah," ujar gadis yang bisa menyanyi, bermain sasando, menulis puisi dan menari ini.

Fepy yang mengaku masih jomblo mengatakan, banyak orang merayakan Valentine Day, tetapi tidak memaknai secara baik. Akhirnya, momentum ini sepertinya ritual tahunan saja. Padahal, kata Fepy, kalau dimaknai secara baik, Valentine Day akan menggema dalam seluruh denyut kehidupan manusia sehingga kejahatan, kekerasan, peperangan, terorisme dan sebagainya bisa diminimalisir. (nia)

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved