Tim Rajawali Tangkap 17 Pemuda Naibonat
Kerusuhan pecah, kata Ximenes, karena ada provokasi dari dua oknum pemuda yang berboncengan
Penulis: Julius Akoit | Editor: Dion DB Putra
Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit
POS KUPANG.COM, OELAMASI, PK - Tim Rajawali dari Polda NTT menangkap 17 pemuda Naibonat, Rabu (27/1/2016) petang. Pasalnya ratusan pemuda menyerang rumah-rumah di Lorong Sosial, Kelurahan Naibonat, Kupang Timur.
Kerusuhan lanjutan ini terjadi usai penguburan korban tewas Dionisu Gaiu Gusmao (16) di pekuburan umum Naibonat, Rabu sekitar pukul 16.00 Wita.
"Memang benar, Tim Rajawali dari Polda NTT tangkap 17 pemuda. Karena membuat kerusuhan usai penguburan Gusmao," jelas Bone Facio Ximenes, Kamis (28/1/2016) sore.
Kerusuhan pecah, kata Ximenes, karena ada provokasi dari dua oknum pemuda yang berboncengan sepeda motor. Dua pemuda mendatangi kerumunan massa di dekat Markas Yonif 743.
"Kedua pemuda itu berteriak, siapa yang kasih izin kalian kubur mayat di pekuburan umum?" kata Ximenes menirukan teriakan provokasi oknum pemuda tersebut.
Akibatnya beberapa pemuda memukul tiang listrik berkali-kali dan warga keluar dari rumah membawa senjata tajam.
Warga dan para pemuda menyerang warga di Lorong Sosial dengan cara lewat jalan tikus di belakang SD Inpres Naibonat lalu masuk ke areal persawahan.
"Tim pemburu Rajawali yang memakai sepeda motor trail mengejar para pemuda dalam hutan belukar dan menangkap mereka, sebelum sempat menyerang warga di Lorong Sosial. Kerusuhan yang ketiga ini yang melibatkan jumlah massa terbesar. Aparat sampai kewalahan. Meski demikian tidak ada korban jiwa," jelas Ximenes. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/korban-bentrokan-naibonat_20160125_184044.jpg)