Kasus Wayan Mirna Salihin

Polisi Buka Hotline "Kopi Maut" Kasus Mirna

Penyidik Unit 1 Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya

Editor: Rosalina Woso
KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COM
Pra-rekonstruksi kematian Wayan Mirna Salihin (27) di Kafe O, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (11/1/2016). 

POS KUPANG.COM, JAKARTA --Penyidik Unit 1 Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membuka hotline untuk medapatkan informasi dari warga soal kematian Wayan Mirna Salihin (27).

Mirna adalah wanita yang tewas seusai menyeruput kopi di sebuah kafe beberapa waktu lalu. Diduga, ada kandungan sianida dalam kopi yang dikonsumsi Mirna.

Salah satu informasi yang ingin dijaring polisi terkait latar belakang Mirna, serta dua orang saksi yang merupakan teman korban, Jessica dan Hani.

Keduanya ada di lokasi saat peristiwa terjadi.

"Hotline itu dibuat mungkin ada yang kenal korban atau saksi atau punya info sesuatu tapi tidak berani muncul," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, di Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Krishna mengatakan, ketiganya pernah menempuh pendidikan bersama di Australia. Mungkin saja, kata dia, ada seseorang yang mau memberikan informasi, tapi tak tahu harus menyampaikannya ke mana.

"Latar belakang mereka kan sekolah di Australia, barangkali teman-teman di Australia ada yang mau kasih info tapi enggak tahu ke mana," kata Krishna.

Krisna membantah bahwa dibukanya hotline ini karena kebuntuan dalam penyidikan.

"Enggak buntu, terang saja kok, malah makin terang," tujar dia. (Kompas.Com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved