Petani Butuh Lahan Untuk Peternakan Sapi

Terjadinya kenaikan harga sapi di Provinsi Ternak NTT ini, menimbulkan berbagai persepsi untuk penjual daging

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Alfons Nedabang
Sebelum diantarpulaukan, sapi dikarantina di kandang milik Balai Karantina Pertanian Wilayah Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. Gambar diambil Rabu (21/10/2015). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati

POS KUPANG.COM, KUPANG--Terjadinya kenaikan harga sapi di Provinsi Ternak NTT ini, menimbulkan berbagai persepsi untuk penjual daging.

Salah satu Penjual Daging Sapi Sepi, ketika ditemui di Pasar Oeba mengatakan, sebenarnya NTT kaya sapi tetapi tidak disiapkan lahan untuk pertenakan.

Lahan yang disiapkan lebih banyak hanya untuk pertanian saja. Masalah yang dialami peternak juga perlu diperhatikan, seperti menjual sapi sebelum waktunya karena kebutuhan.

Kenaikan harga daging sapi juga dirasakan penjual daging di Pasar Kasih Naikoten 1 Kupang. Salah satu penjual daging di Pasar Kasih Naikoten 1, Frans.

Harga BBM yang turun tidak memberikan dampak bagi sembako. Harga daging sapi isi justru mengalami kenaikan.
"Sapi betina sudah tidak boleh dipotong lagi. Yang boleh dipotong hanya sapi jantan saja," tuturnya.

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved