Kamis, 16 April 2026

Teror Bom di Jakarta

Gubernur Jawa barat Imbau Warga Terima Jenazah Pelaku Teror Thamrin

Imbauan ini disampaikan Aher, sapaan Ahmad Heryawan, setelah mendapat kabar banyak warga yang menolak jenazah pelaku dikuburkan di daerahnya

Editor: Marsel Ali
KOMPAS.COM / XINHUA
Foto ini dirilis oleh agensi berita China Xinhua, seorang pria tak dikenal dengan senjata berjalan dengan latar belakang kerumunan orang, di kawasan Jalan MH Thamrin, dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, 14 Januari 2016. Pria ini termasuk salah seorang pelaku teror bom. 

POS KUPANG.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengimbau warga untuk menerima dan memakamkan jenazah terduga pelaku teror di Jl Thamrin, Jakarta.

Imbauan ini disampaikan Aher, sapaan Ahmad Heryawan, setelah mendapat kabar banyak warga yang menolak jenazah pelaku dikuburkan di daerahnya.

Seperti warga Dusun Krajan, Desa Kalensari, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang yang sempat menolak jenazah pelaku teror, Afif alias Sunakim alias Nakim.

"Kan sudah wafat, bagaimana pun harus dikuburkan," ujar Aher di Gedung Sate Bandung, Senin (18/1/2016).

Aher mengungkapkan, urusan amal, kesalahan dan dosa, bukan urusan manusia. Namun, mereka dengan Tuhan.

"Kalau ditolak (warga) dikamanakeun (dikemanakan)? Di ka bulankeun (ke bulankan)?" kata Aher.

Aher melanjutkan, terlepas kesalahan seseorang ketika wafat maka dia harus dikuburkan. Untuk itulah tidak ada alasan untuk menolak pemakaman para terduga pelaku teror.

Dari informasi yang diperoleh, warga Dusun Krajan RT 01/01, Desa Kalensari, Kecamatan Compreng, Subang sudah mau menerima jasad Afif, tetapi hingga kini jenazah belum tiba di Subang.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved