Liputan Khusus
Atlet Kempo NTT Hanya Istirahat Sejenak Pasca Pra PON
Masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT pun mendapat persembahan prestasi yang membanggakan tahun 2015
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM, KUPANG - Ketika Kejurnas Pra PON Shorinji Kempo XIX/2015 dilaksanakan pada Oktober 2015, Pengprov Perkemi NTT lebih dulu mengambil inisiatif tanpa menunggu program pelatda KONI NTT untuk menggelar pelatihan intensif.
Hal ini dimaksudkan agar persiapan atlet lebih baik secara fisik, teknik, mental dan taktik sehingga bisa sukses.
Ketua Harian Pengprov Perkemi NTT, Barnabas nDjurumana, S.H, dihubungi Pos Kupang, Kamis (14/1/2016) mengatakan, kontingen kempo NTT pada Pra PON XIX tahun 2015 mengirim 27 orang atlet mengikuti 17 nomor pertandingan dan berhasil meloloskan 24 atlet untuk 15 nomor pertandingan. "Hasil ini berkat persiapan atlet kempo NTT secara baik di bawah asuhan para pelatih," katanya.
Masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT pun mendapat persembahan prestasi yang membanggakan tahun 2015. Hal ini karena dari 34 provinsi di Indonesia peserta yang mengikuti Pra PON XIX cabang kempo, kontingen NTT tampil gemilang meraih tujuh medali emas, satu perak dan empat perunggu.
Prestasi ini menempatkan kontingen kempo NTT sebagai juara umum pertama diikuti Provinsi Kalimantan Timur dan Bali pada urutan kedua dan ketiga.
Setelah istirahat sejenak sejak bulan November 2015 kempo kembali mempersiapkan atletnya. "Kita cuma jedah sebentar dan kembali latihan agar fisik atlet tidak susut drastis karena dampak istirahat terlalu lama. Hal lain yang diwaspadai para pelatih adalah kompetisi di PON XIX tidak sama dengan Pra PON. Pengprov Perkemi NTT sungguh menjaga agar hasil yang diperoleh para Pra PON bisa dipertahankan di PON XIX apapun ceritanya," kata George.
George menjelaskan, latihan persiapan atlet kempo menuju PON XIX sejak November 2015 hingga saat ini difokuskan pada upaya menjaga kestabilan fisik. Selain itu, latihan dengan fokus untuk perbaikan dilaksanakan dua kali seminggu.
"Dengan dikeluarkannya jadwal pelatda (TC) oleh KONI NTT menuju PON XIX/2016 kami akan melakukan penyesuaian program latihan yang telah disusun agar semuanya berjalan baik," kata George.
Tidak ada rahasia kesuksesan yang diraih atlet kempo. Pasalnya, apa yang dilakukan para atlet kempo sudah menjadi kewajiban yang harus dilakukan, yakni doa, disiplin dan kerja keras. Tidak syarat ini tidak bisa ditawar-tawar. Ini menjadi sistem yang harus dipatuhi semua pelaku mulai dari pengurus, pelatih dan atlet karena tanpa tiga hal di atas tak mungkin meraih prestasi.
"Itu hukum wajib yang harus dijalankan setiap kenshi, karena prestasi yang diraih bukan hanya memperoleh medali pada setiap even, tapi lebih kepada pembentukan mental dan karakter kenshi atau atlet untuk sukses di dunia pendidikan, kerja dan lingkungan masyarakat," kata George didampingi Dr. Alfons Theodorus, MT.
Ketiga hal tersebut, kata George dan Alfons, sepertinya sederhana, namun akan menjadi sulit manakala tidak konsisten dilaksanakan. Karena itu, pendiri kempo, simpai Barnabas menjadikan ketiga hal ini sebagai fondasi pendirian kempo di NTT dalam latihan rutin dan persiapan menghadapi even.
"Dasar tersebut menuntun kami mempersiapkan diri lebih baik dengan jangka waktu persiapan yang lebih lama sehingga setiap atlet tidak dibebani latihan yang dipaksakan, tapi latihan yang dijalani telah menjadi pola hidup atau life style. Inilah yang selalu kami lakukan karena persiapan sangat menentukan hasil. Persiapan yang baik dengan metode yang baik, serta diurus secara baik akan membuahkan hasil yang baik dan membanggakan," katanya. (fen)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kenshi-ntt-kempo_20160116_214608.jpg)