Muspas Jangan Sampai Terjadi Konflik
Perbedaan itu tidak bisa dilenyapkan sampai kapanpun karena itu melawan kepada penciptanya
Laporan Wartawan Pos Kupang
POS KUPANG, COM, KUPANG - Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr, meminta kepada seluruh peserta Musyawarah Pastoral (Muspas) untuk menghormati perbedaan. Perbedaan itu tidak bisa dilenyapkan sampai kapanpun karena itu melawan kepada penciptanya.
"Biarkan perbedaan itu tumbuh sebagai keindahan untuk mempersatukan dalam membangun semangat persaudaraan. Peserta muspas juga harus melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan secara baik dan jangan sampai terjadi konflik karena tugas yang diemban adalah membangun karya persaudaraan dalam semangat gereja yang selibat," ujarnya.
Uskup Turang memimpin perayaan ekaristi pembukaan Muspas Keuskupan Agung Kupang di Paroki Fransiskus Asisi, Kolhua, Senin (4/1/2016). Perayaan ini dihadiri ratusan imam, biarawati, tokoh umat, para utusan peserta muspas dari paroki-paroki dan umat.
Uskup Turang mengatakan, seluruh umat baru selesai merayakan Natal dan Tahun Baru 2016, dan saat ini kembali dihadapkan dengan satu agenda yakni Muspas. Dirinya meyakini seluruh proses pelaksanaan muspas akan berjalan dengan lancar, walaupun peserta yang datang banyak perbedaan. Perbedaan itu menurutnya tidak bisa dilenyapkan tetapi harus dijaga karena akan memberikan keindahan.