Sabtu, 9 Mei 2026

Tinju

Mantan Petinju Indonesia Asal NTT Peraih Perungu Asian Games Kena Stroke

Ini serangan stroke yang kedua membuat tubuh bagian kiri mati sebelah (tidak berfungsi). Namun berkat kegigihan melakukan pengobatan serta terapi

Tayang:
Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Ndoen
Ferry Ndoen
PERUNGGU - Richard alias Roy Muskanan petinju peraih medali perunggu Asian Games 1986, di Kota Soul, Korsel dalam kondisi sakit menunjuk medali saat ditemui di kediamannya, Jalan HR Koroh, Kelurahan Oepura, Kota Kupang, Selasa (29/12/2015) sore. 

POS KUPANG.COM, KUPANG - Mantan petinju peraih medali perunggu ASIAN Games tahun 1986 di Kota Soul, Korea Selatan (Korsel), Roy Muskanan terkena penyakit stroke.
Roy Muskanan saat ini harus kembali belajar berjalan pasca terkena serangan stroke yang dialami sejak empat bulan lalu, atau tepatnya pada tanggal 27 Agustus 2015.

Roy diwawancarai Pos Kupang, di kediamannya, Jalan HR Koroh, Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Selasa (29/12/2015) mengaku dirinya terkena serangan stroke yang kedua kalinya pasca serangan stroke ringan pertama yang dialaminya pada bulan April 2015.

"Ini serangan stroke yang kedua membuat tubuh bagian kiri mati sebelah (tidak berfungsi). Namun berkat kegigihan melakukan pengobatan serta terapi, baru satu minggu terakhir sudah mulai pulih 80 persen. Kaki sudah bisa diangkat dan tangan sudah bisa kembali memegang barbel 2 kg," aku Roy.
Dia mengaku pasca terkena serangan stroke, dia dibawa istrinya berobat ke RS TNI AL, di Jalan Yos Sudarso, Osmok,

Keluarahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Setelah satu minggu lebih menjalani pengobatan, dirinya memilih untuk menjalani terapi sekaligus pengobatan medis pada dr. Yohanis Silawang.

"Beta sudah 33 kali terapi di dokter Yohanis, di depan Hotel Charvita Kupang. Puji Tuhan saat ini kaki dan tangan sudah mulai berfungsi normal. Namun belum pulih benar. Saya berterima kasih kepada Dirut PDAM Kabupaten Kupang, Johni Oettemoesoe, SE yang sudah menjenguk saya, serta mendukung penuh pembiayaan selama menjalani terapi dan pengobatan selama ini," kata petinju yang mendulang medali perunggu di Pra PON 1984 di Palembang, serta merah medali perunggu di PON 1985 di Jakarta.

Mantan peraih medali emas di Kejuaraan Tinju antar Negara di Darwin-Australia ini mengaku tinju bagian dari hidupnya.

"Doakan agar saya bisa cepat sembuh dan kembali melatih atlet tinju maupun petinju di Sasana PDAM Kabupaten Kupang," kata Roy yang mengaku dirinya pun sudah dijenguk mantan Wagub NTT Ir. Esthon Foenay, Msi. (fen)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved