Liputan Khusus
Peternak di Kupang Malas karena Harga Anak Ayam yang Mahal
Para peternak menduga ada monopoli perusahaan tertentu sehingga harga anakan ayam tinggi
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM, KUPANG - Beberapa peternak ayam yang ditemui Pos Kupang mengatakan, para peternak malas beternak ayam lantaran persoalan anakan ayam yang mahal. Tak hanya itu persoalan pakan juga menjadi masalah lainnya.
Para peternak menduga ada monopoli perusahaan tertentu sehingga harga anakan ayam tinggi dan tidak bisa dijangkau peternak dengan modal kecil. Sementara perusahaan besar bermodal besar mendapatkan akses mudah ke PT CP Kupang.
"Dengan modal seperti itu mereka bisa mengendalikan harga pasar. Bahkan saat itu mereka bisa menjual ayam dengan harga Rp 15.000 per kilogramnya. Sedangkan kami hanya mampu menjual Rp 20.000 per kilogram. Otomatis para pedagang daging ayam memilih mereka," ujar salah satu peternak ayam yang enggan disebut namanya.
Para peternak yang bermodal kecil pun tak kuasa menahan laju perusahaan besar lantaran kalah bersaing dalam harga dan pasaran. Untuk itulah para peternak kecil banyak yang memilih gulung tikar daripada bertahan tetapi terus merugi.
Sementara itu salah satu peternak ayam di Tarus, Servas Podhi mengatakan banyak peternak ayam yang ingin membeli DOC dan pakan ternak di PT CP Kupang. Namun lantaran syarat yang ketat dan modal yang kecil mereka tidak bisa menjangkaunya.
"Persyaratan harus beli pakan dahulu baru dikasih DOC. Untuk beli pakannya bisa mencapai ratusan juta rupiah," kata Servas.
Kondisi itu, kata Servas menjadikan para peternak bermodal kecil mengambil anakan ayam dari Jawa. Meski anakan murah tetapi biaya angkut dengan cargonya mahal. Belum lagi risiko kematiannya yang tinggi. Dengan demikian, para peternak bermodal kecil harus mengambil risiko untuk beternak ayam potong. Kondisi ini yang menjadikan peternak ayam potong bermodal kecil memilih tidak lagi memelihara ayam potong.
Sales CP Kupang, Agus yang dikonfirmasi terpisah terkait dugaan praktek monopoli yang dilakukan perusahaannya mengatakan, secara logika tidak mungkin melakukan hal itu. Pasalnya CP memiliki customer dan agen.
"Saya juga bingung monopolinya apa. Justru kedatangan kami di sini banyak membantu peternak ayam mendapatkan DOC atau anakan ayam. Sebelum ada pabrik di sini susah cari anakan ayam dan harus membeli mahal di luar,"ungkap Agus kepada Pos Kupang, Jumat (4/12/2015) sore.
Ditanya ada dugaan PT CP Kupang memberi modal kepada perusahaan tertentu sehingga bisa menguasai pasar perdagangan ayam potong di Kupang, Agus membantahnya. Pasalnya bila perusahaan memberikan modal kepada perusahaan peternakan ayam akan berisiko.
Agus mengatakan satu bulan bisa memasok anakan ayam hingga 500.000 ke seluruh NTT. Tetapi tidak semua disuplai lantaran ada peternak masih mengambil dari Surabaya. "Harga anakan ayam berdasarkan harga nasional. Sekarang di toko 700-an ribu," jelasnya. (aly)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ilustrasi-ayam_20150514_091529.jpg)