Duta Vatikan Tahbis Sepuluh Imam Baru Di Taman Ziarah Hati Suci Yesus dan Maria Oebelo

Sesuai rencana, kesepuluh diakon akan ditahbis menjadi imam baru gereja katolik oleh Duta Besar (Dubes) Vatikan untuk Indonesia, Uskup Agung Antonio

Duta Vatikan Tahbis Sepuluh Imam Baru Di Taman Ziarah Hati Suci Yesus dan Maria Oebelo
Maxi marho
POS KUPANG/ENOLD AMARAYA CIUM TANGAN -Diakon yang akan ditahbiskan menjadi imam mencium tangan Uskup Mgr. Petrus Turang, di rumah Keuskupan Agung Kupang, Sabtu (5/12/2015) 

POS KUPANG.COM, KUPANG - Sepuluh diakon secara khusus datang ke Keuskupan Agung Kupang bertemu Uskup Agung, Mgr. Petrus Turang, Pr, Sabtu (5/12/2015) pagi. Pertemuan para diakon berlangsung dalam suasana akrab.

Pada kesempatan itu, Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang memberi banyak nasehat kepada para diakon.
Sesuai rencana, kesepuluh diakon akan ditahbis menjadi imam baru gereja katolik oleh Duta Besar (Dubes) Vatikan untuk Indonesia, Uskup Agung Antonio Guido Filipazzi.

Pelaksanaan misa pentahbisan sepuluh imam baru akan berlangsung di Taman Ziarah Yesus dan Maria Oebelo- Kabupaten Kupang, Selasa (8/12/2015) pukul 08.30 Wita.

Sebagai bagian dari persiapan menyambut sakramen Imamat pada acara pentahbisan imam, para diakon melakukan pertemuan khusus dan mendapat nasehat dari Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang.

Saat keluar dari ruangan keuskupan, wajah kesepuluh diakon terlihat berseri-seri namun tetap sopan dan tenang. Setelah foto bersama uskup Mgr. Petrus Turang di ruangan keuskupan, para diakon kembali melakukan foto bersama di halaman Kantor Keuskupan Agung Kupang.

Kesepuluh diakon tersebut terdiri dari tujuh diakon projo dan tiga diakon Kongregasi Dua Hati Yesus dan Maria.

Jadi Imam Karena Anugerah

Diakon Ento Tnomel (calon imam RD Yohanes Tnomel) mewakili rekan-rekannya, kepada Pos Kupang mengatakan, yang paling utama adalah doa karena menjadi imam semata- mata adalah anugerah dari Tuhan dan bukan menjadi hak dari manusia.

"Oleh karena itu, sebagai manusia lemah kami harus menyambut anugerah ini dengan hati yang sungguh-sungguh rendah hati. Hati yang bersedia untuk senantiasa percaya bahwa jika Tuhan sudah memanggil kami, Dia akan menyertai kami di dalam kehidupan panggilan kami," kata diakon Ento.

Menurut diakon Ento, pentahbisan imam akan menjadi titik awal perjalanan imamat mereka. Pasalnya, dalam pendidikan, mereka telah dididik secara khusus agar siap ketika diutus ke tengah umat.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Tapi kami percaya kalau Tuhan memanggil kami dan dalam kerendahan hati pasti kami akan mampu menjalani panggilan ini dengan baik," kata diakon Ento.

Meski demikian, diakon Ento yang selama ini menjalani tugas diakonnya di SMAK Giovanni Kupang tetap memohon doa dari umat agar mereka para calon imam yang akan ditahbiskan nanti boleh menjadi gembala yang baik ketika menjadi imam gereja Katolik.

Menyinggung soal pergulatan batin hingga akhirnya membulatkan hati untuk memilih panggilan jalan hidup n sebagai Imam, diakon Ento, mengatakan sudah pasti mereka mengalami pergulatan sejak masa panggilan. Tapi setelah melewati masa pemurnian dan terus berjumpa dengan umat sejak masih frater, menjalani masa TOP dan ketika diakonat hingga menjalani masa pemurnian, mereka akhirnya mengambil keputusan untuk menjadi imam. (mar)

Penulis: maksi_marho
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved