Fraksi PAN Sebut Struktur APBD Kupang Mirip Orang Sakit Komplikasi
Buktinya, papar Ayub Tib, dari total belanja yang diusulkan sebesar Rp 1,3 Triliun lebih, alokasi untuk belanja publik cuma 43,51 persen. Sedangkan be
Penulis: Julius Akoit | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit
POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Kupang menilai struktur APBD Kabupaten Kupang Tahun Anggaran (TA) 2016 mirip 'orang yang menderita penyakit komplikasi'.
"Kalau saya menyebut Ranperda APBD TA 2016 yang diusulkan pemerintah mirip orang sakit parah, yang menderita penyakit komplikasi," demikian komentar Sekretaris Fraksi PAN, Ayub Tib, S.Sos, Rabu (25/11/2015) pagi.
Buktinya, papar Ayub Tib, dari total belanja yang diusulkan sebesar Rp 1,3 Triliun lebih, alokasi untuk belanja publik cuma 43,51 persen. Sedangkan belanja untuk pegawai masih mendominasi alokasi sebesar 56,49 persen.
"Padahal belanja publik itu terkait langsung dengan pembangunan kesejahteraan rakyat Kabupaten Kupang. Misalnya untuk bangun jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, pertanian, kesehatan dan sebagainya. Tapi kue anggaran untuk kebutuhan langsung rakyat cuma 43,51 persen. Kue anggaran lebih besar untuk bayar gaji pegawai dan untuk perjalanan dinas menelan anggaran hingga 56,49 persen. Ini struktur anggaran yang tidak sehat," jelas Tib.
Contoh lain lagi, papar Ayub Tib, pada TA 2016 pemerintah targetkan penerimaan PAD Rp 96 miliar. Menurutnya, hal itu mustahil terjadi. Ibarat sampai kucing bertanduk pun tidak akan tercapai.
"Bukti komparasinya yakni tinggal 2 bulan tutup tahun anggaran 2015, progres capaian PAD 2015 baru 45,88 persen dari target Rp 92 miliar. Target yang kecil saja tidak tercapai, kok ini bikin target setinggi langit pada tahun anggaran 2016 yang akan datang. Bikin target itu yang masuk akal saja. Orang Kupang bilang, bikin target jang melebehe," kritik Ayub Tib.
Ia juga mengungkapkan fakta bahwa dalam estimasi struktur APBD 2016, terjadi defisit anggaran sebesar Rp 49 miliar lebih.
"Ini ibarat besar pasak dari pada tiang. Atau kasarnya, napsu besar tenaga kurang. Bagaimana pemerintah membuat perencanaan belanja daerah melebihi penerimaan? Akibatnya terjadi defisit belanja. Nah, kalau terjadi defisit, mau cari uang dari mana untuk menutupi defisit itu," kritik Ayub Tib.
Menanggapi kritik Fraksi PAN, Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, menjelaskan bahwa tidak benar kalau struktur APBD 2016 didominasi belanja pegawai dan perjalanan dinas. Sedangkan belanja untuk publik atau kebutuhan langsung rakyat cuma dapat sisanya.
"Yang direncanakan pemerintah yaitu belanja publik sebesar Rp 780.856.838.945,00 atau sebesar 59,42 persen. Sedangkan belanja pegawai sebesar Rp 533.187.620.648,00 atau sebesar 40,58 persen," jelas Titu Eki.
Tentang progres realisasi PAD TA 2015 baru 45,88 persen dari target Rp 92 miliar padahal sisa dua bulan tutup anggaran, Titu Eki mengatakan diharapkan sisa waktu masih yang ada target PAD bisa tercapai. Dan pemerintah percaya diri target itu bisa tercapai. Jadi sangat rasional dan masuk akal bila pemerintah memasang target PAD 2016 sebesar Rp 96 miliar.
Mengenai adanya fakta terjadi defisit anggaran sebesar Rp 49 miliar, Bupati Titu Eki membenarkan. Namun ia menegaskan defisit itu tidak bisa dihindari oleh karena adanya informasi dana perimbangan yang diterima pemerintah setelah KUA PPAS ditandatangani bersama DPRD.
"Sehingga sesuai pedoman penyusunan APBD 2016 pemerintah wajib menyediakan 10 persen dari dana perimbangan dikurangi DAK untuk alokasi dana desa (ADD) sehingga terjadi penambahan anggaran yang berdampak terjadinya defisit," jelas Titu Eki.*
Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com atau http://kupang.tribunnews.com
Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/uang-uang-apbd_20151015_185931.jpg)