Breaking News

Diskusi dan Bedah Buku

Berebut Kontrol atas Kesejahteraan

Institut Sophia Kupang menyelenggarakan diskusi publik dan peluncuran buku berjudul "Berebut Kontrol atas Kesejahteraan."

Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape

Laporan Wartawan Pos Kupang, Agus Sape

POS KUPANG. COM, KUPANG -Institut Sophia Kupang menyelenggarakan diskusi publik dan peluncuran buku berjudul "Berebut Kontrol atas Kesejahteraan, Kasus-kasus Politisasi di Tingkat Lokal NTT", di aula FISIP Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Sabtu (21/11/2015).

Hadir sebagai pembicara Pater Dr. Otto Gusti Madung, SVD, dosen HAM dan Filsafat Politik di STFK Ledalero Maumere; Rudi Rohi, dosen tetap pada Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang; dan Willy Purna Samadhi, peneliti pada proyek riset Power, Welfare dan Democracy (PWD), kerja sama Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Oslo Amerika Serikat.

Ketiga pembicara juga merupakan peneliti sekaligus penulis dalam riset PWD, yang antara lain menghasilkan buku antologi "Berebut Kontrol atas Kesejahteraan, yang didiskusikan pada kesempatan tersebut.

Hadir sebagai peserta, ratusan mahasiswa, para dosen dan peminat masalah sosial politik di Kupang. Moderator, Kristian Webison, dosen FISIP Unwira sekaligus pengurus Institut Sophia Kupang.

Buku Berebut Kontrol atas Kesejahteraan merupakan salah satu laporan dari proses belajar bersama para aktivis dari berbagai penjuru di tanah air. Demokrasi dipelajari dari praktik keseharian masyarakat dan juga dimaknai dengan bertitik pangkal pada keseharian.

Usai pemaparan dilanjutkan dengan diskusi yang melibatkan para peserta. Berbagai pertanyaan dan kritik mewarnai jalannya diskusi tersebut.

Diskusi yang berakhir sekitar pukul 12.15 wita dilanjutkan dengan pemberian hadiah buku Berebut Kontrol atas Kesejahteraan kepada tiga pembicara dan Ketua Panitia Diskusi, Luis Aman, PNS pada BKD NTT dan pengurus Institut Sophia Kupang.

Sebelum bubar, banyak peserta diskusi yang membeli buku tersebut pada panitia dengan harga Rp 55.000 per eksemplar.*

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved