Kades Tohe Kumpul Rp 25 PerKK Untuk Raskin Tapi Tak Pernah Ada Raskin
Uang tersebut untuk mengambil beras miskin (raskin) namun sampai dengan akhir 2015, raskin dimaksud tidak pernah dibagikan.
Penulis: Fredrikus Royanto Bau | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau
POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Kepala Desa (Kades) Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Manuel Besin diduga telah memungut uang Rp 25 ribu dari 1.169 KK di desa itu sejak tahun 2014.
Uang tersebut untuk mengambil beras miskin (raskin) namun sampai dengan akhir 2015, raskin dimaksud tidak pernah dibagikan.
Ketika ditanya warga, Kades Manuel beralasan, raskin untuk desa itu sudah hangus karena terlambat memasukkan uang.
Hal ini diungkapkan perwakilan warga Desa Tohe, Pedro Franklin Magno ketika bertemu dengan DPRD Belu du ruang Komisi I, Sabtu (14/11/2025).
Menurutnya, jika memang sudah lewat batas waktu, mengapa uang yang sudah dikumpul itu dibagikan kembali kepada warga yang kumpul uang itu.
"Kami kumpul uang karena ditagih petugas Raskin, setiap KK Rp 25 rigu. Kami ada sekitar 1.169 KK yang mengumpulkan uang itu. Kalau memang terlambat mengapa tidsk kembalikan uang kami," kata Pedro.
Kedatangannya ke kantor DPRD Belu, lanjutnya, terpaksa dilakukan karena tidak ada etiked baik dari Kades untuk menjelaskan dengan baik masalah itu sehingga diketahui warga.
Anggota DPRD Belu, Agutino Pinto dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa dalam mengurus raskin itu tak mengenak hangus karena ketika uang masuk ke Bank, lalu ada rekomendasi dari Bagian Ekonomi setda Belu maka beras akan langsung cair.
"Sebagai mantan ketua tim raskin Desa Manleten, ketika uang dikumpul dari masyarakat, lalu setor ke BRI lalu buktinya bawa ke bagian ekonomi, lalu keluarkan rekomendasi dan rekomendasi itu dibawa ke dolog dan beras keluar. Jadi kalau bilang hangus itu omong kosong, tidak benar," tegasnya.*