Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Liputan Khusus Pos Kupang

Seragam Necis Tapi Toilet Kotor

Menurut Juven, kebersihan dan kenyamanan toilet di instansi pemerintah mencerminkan martabat manusia

Tayang:
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
ilustrasi
Toilet 

POS KUPANG.COM, KUPANG - "Jangan sampai tampilan fisik gedung kantornya mewah, seragam pejabat dan karyawannya necis, tapi toilet kantornya kotor, berbau dan tidak ada airnya."

Anggota Komisi 4 bidang Kesehatan DPRD Kota Kupang, Juventus Tukung, SKM, mengatakan itu, pekan lalu terkait sejumlah toilet di instansi pemerintah yang kotor, berbau. Juven heran, dengan kondisi toilet jorok dan menyemburkan bau tak sedap, para pejabat dan karyawan bisa nyaman bekerja.

"Tak perlu toiletnya mewah, cukup sederhana saja asalkan airnya tersedia, sering dibersihkan sehingga tidak berbau dan bisa nyaman saat digunakan," ujarnya.

Menurut Juven, kebersihan dan kenyamanan toilet di instansi pemerintah mencerminkan martabat manusia, pejabat yang memimpin dan orang yang menggunakannya.

Selama ini, tambah Yuven, setiap dinas instansi di Pemkot Kupang dan mungkin di propinsi selau mengusulkan dana operasional termasuk pemeliharaan gedung kantor dan hal itu disetujui DPRD.

Juventus menambahkan, masalah toilet itu bukan hal yang kecil karena efeknya sangat besar. Para pimpinan dinas instansi yang hingga kini masih belum memperhatikan kebersihan toilet harusnya malu karena toilet adalah martabat 'pemilik' dan pengguna toilet itu.

"Jika kenyataannya hingga saat ini masih ada toilet kantor yang kotor, berbau maka perlu dipertanyakan kualitas dan kinerja pejabat yang memimpin instansi dimaksud dan penggunaan dana pemeliharaan kantor itu," kritik Juventus.

Juventus menyarankan, jika memang tidak bisa menyediakan tenaga untuk mengelola atau membersihkan toilet maka gunakan saja pihak ketiga. tentu konsekuensi pada dana. "Kalau tidak mau repot ya pakai pihak ketiga. Tapi kalau dananya minim, maka harusnya bisa menggunakan tenaga outsourcing untuk membersihkan toilet," kata Juventus.

Para pasien dan penjaga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr. WZ Johannes Kupang mengaku kesulitan mendapat air bersih. Padahal satu bangsal ditempati beberapa pasien. "Kalau baknya kering, lalu kemana kami harus kencing dan buang air besar. Makanya kami memilih menahan kencing dan buang air besar hingga menunggu air mengalir ke dalam bak toilet," ujar salah satu ibu yang menunggu anaknya terbaring lemah di bangsal anak kelas II RSU Kupang pekan lalu.

Tak hanya persoalan kekurangan air tetapi juga toilet dan kloset jarang dibersihkan. Oleh karena itu penjaga pasien yang membersihkannya. Pantauan Pos Kupang di di Unit Gawat Darurat, Jumat (6/11/2015) air yang tersedia di bak kira-kira hanya setinggi 10 Cm dari dasar bak. Sampah plastik, tisu hingga plastik ditemukan di bak penampung air closet duduk di salah satu toilet pengunjung.

Direktur RSU Kupang, drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes yang dikonfirmasi Pos Kupang terkait kondisi toilet rumah sakit, Jumat (6/11/2015) siang menyatakan masih terus melakukan berbagai pembenahan di RSUD termasuk masalah toilet.

"Banyak sekali yang diurus. Prinsipnya, kami meminimalisir keluhan termasuk sanitasi, ketersediaan air dan toilet. Waktu saya masuk pertama menjadi Dirut RSU Kupang, 80 persen toilet mampet. Saat ini sebagian besar sudah diperbaiki. Dan masih ada beberapa yang harus dibenahi," ujar Domi.

Terkait minimnya pasokan air, Domi menuturkan hal itu dilakukan untuk efesiensi karena pasokan air bersih dari PDAM Kupang menurun drastis saat musim kemarau. Untuk itu pihaknya sudah memiliki sumur bor hasil kerjasama dengan Dinas Pertambangan Prop NTT. "Kalau sumur bornya sudah operasi maka kami akan membuat tangki cadangan terutama untuk gedung baru," ujar Domi.

Tak hanya itu, demikian Domi, ia juga sudah membentuk tim untuk menangani masalah sanitasi seperti menangani jaringan air yang tersumbat. Tim yang beranggotakan lima orang dididik khusus di Makasar dan nanti akan diuji coba tiga bulan dalam penanganan masalah kebersihan.

Jumlah toilet yang ada di RSU Kupang tambah Domi, sebanyak 40-an toilet dan 80 persen sudah diperbaiki. Meski demikian, manajemen mengalami kendala karena jumlah pengunjung dan keluarga yang tinggal di ruang rawat inap lebih banyak dibandingkan toilet yang tersedia.

"Perbandingannya bisa satu banding enam. Minimal perbandingannya satu banding empat. Kami juga sudah membuat aturan untuk penjaga pasien rawat inap hanya satu. Tetapi masih tetap saja seperti itu," katanya.

Domi mengatakan, setiap bulan RSU Kupang mengeluarkan biaya ke PDAM Kupang sebesar Rp 70-an juta. Namun borosnya air di RSU Kupang lebih banyak dihabiskan pengunjung ketimbang pasien rawat inap. Bila air PDAM mati, pihaknya terpaksa menggunakan jasa mobil tangki. Akibatnya, biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan air bersih pun membengkak.

"Kalau distribusi air dari PDAM macet, kami mengeluarkan biaya pembelian air bersih hingga ratusan juta rupiah. Bak penampung utama membutuhkan sekitar 50 tangki berkapasitas 5.000 liter. Itu pun dalam waktu 15 menit ketika air sudah penuh di bak habis didistribusikan ke seluruh toilet dan kamar mandi di RSU Kupang," demikian Domi. (vel/aly)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved