Walhi NTT Minta PDAM Sikka Perhatikan Sumber Mata Air

Jangan heran daerah sawah banyak ker ing. Kualitas hutan makin jelek


Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu

POS KUPANG.COM, MAUMERE --- Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nusa Tenggara Timur (NTT), Herry Naif meminta  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sikka untuk memperhatikan upaya konservasi sumber mata air di Sikka.

"Pemerintah belum tentu mengetahui berapa sumber mata air lokal di Sikka. Daerah penyerapannya, kawasan itulah yang perlu dihijaukan," kata Herry Naif kepada Pos Kupang di Kantor Cabang Walhi di Kota Maumere, Sabtu (7/11/2015).

Herry menyatakan, kawasan hutan harus dijaga karena berdampak pada persediaan air ke depan. Pengelolaan di hulu dan hilir harus diperhatikan baik.

"Jangan masyarakat di hilir menikmati air, dan masyarakat di hulu jaga hutan. Jadi, distribusikan kewenangan pemerintah itu kepada masyarakat hulu, perhatikan kehidupan mereka," kata Herry.

"Jangan heran daerah sawah banyak kering. Kualitas hutan makin jelek. Kita di Flores harua menciptakan iklim mikro. Tanam pohon sekarang, dan dipastikan 10 tahun ke depan muncul mata air," kata Herry.

Ia  mempertanyakan program demi program pemerintah terkait kehutanan di Sikka selama ini. "Di mana hutan program reboisasi, program hutan tanaman rakyat, hutan desa dan kebun desa. Mana hutan yang tercipta dari program-program tersebut," tanya Herry.

Herry  khawatir jika pemerintah membangun dengan tidak berwawasan lingkungan hidup, maka Sikka akan menerima dampak kerusakan lingkungan yang lebih parah ke depan.

"Jangan lihat kekeringan sebagai masalah perubahan iklim semata. Ini adalah refleksi bersama pemerintah dan masyarakat Sikka akan pentingnya memelihara lingkungan hidup," kata Herry Naif.

Penulis: Felix Janggu
Editor: Hyeron Modo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved