Munas Golkar Bisa Akhiri Konflik Internal

Kami berketetapan hati dan meyakini sepenuhnya bahwa munas merupakan solusi yang demokratis.

Editor: Paul Burin
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ketua Partai Golkar terpilih Agung Laksono (dua kiri) saling berpegangan tangan dengan calon Ketum Golkar Priyo Budi Santoso (kiri), Agus Gumiwang Kartasasmita (dua kanan), dan Ketua Panitia Munas Yoris Raweyai (dua kanan) usai Musyawarah Nasional IX PG di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (7/12/2014). Agung Laksono memenangkan pemilihan Ketum Golkar melalui voting setelah unggul dengan 147 suara dari lawan-lawannya 

POS KUPANG.COM, JAKARTA- Pengurus DPD Partai Golkar hasil Munas Jakarta menilai, musyawarah nasional merupakan solusi terbaik untuk mengakhiri konflik internal Partai Golkar.

DPD Golkar pun meminta agar kedua kubu segera duduk bersama untuk membicarakan hal itu.

"Kami berketetapan hati dan meyakini sepenuhnya bahwa munas merupakan solusi yang demokratis dan konstitusional," kata pelaksana tugas Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Taufik Hidayat, di Kantor DPP Partai Golkar, Minggu (8/11/2015) sore.

Keputusan itu diambil saat rapat yang diikuti seluruh DPD Partai Golkar kubu Agung Laksono di Surabaya, Jawa Timur, pada 4 November 2015 lalu.

Pengurus DPD yang mengatasnamakan Forum Silaturahmi Daerah itu juga mendesak agar DPP Partai Golkar menyelenggarakan rapat pimpinan nasional bersama pengurus DPD Golkar. (Baca: Ketua DPD I Golkar Kubu Agung Laksono Kumpul, Mengaku Siap Munas)

"Rapimnas sebagai forum pengambilan keputusan setingkat di bawah munas yang bertujuan untuk merumuskan kebijakan strategis organisasi," kata dia.

Taufik menambahkan, DPP Partai Golkar perlu menyelesaikan langkah hukum yang telah ditempuh selama ini.

Di samping itu, pengawasan terhadap sejumlah pemberitaan juga perlu dilakukan, terutama terhadap berita yang berupaya menggiring opini tertentu yang menyesatkan.

"Kami juga menyerukan pada seluruh kekuatan, khususnya jajaran DPP untuk memelihara ide dan cita-cita Partai Golkar sebagai basis moral dan etika kader dalam membangun Partai Golkar, dengan mengedepankan cara-cara demokratis, etis dan konstitusional," ucapnya. (kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved