Kamis, 4 Juni 2026

Menunggu Penentuan Nasib, Ende Kalahkan Sumba Timur 3-0

Dalam sepakbola, paling tak enak jika nasib ditentukan kesebelasan lain. Kemenangan besar tak ada harganya kalau masih menunggu hasil pertandingan

Tayang:
Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
Aris Ninu
PERSE VS PERSEWA - Pemain Ende, Jefri Kewoy terus dibayangi pemain Persewa, Ardi Falendra dalam pertandingan di Gelora Samador, Maumere, Minggu (1/11/2015). 

POS KUPANG.COM, MAUMERE - Olahraga apapun, kemenangan adalah target. Juara adalah tujuan utama. Namun semangat utamanya adalah sportivitas. Tak sengaja melanggar lawan, julurkan tangan dan bantu dia bangun.

Semangat sportivitas itu kemudian menjadi penilaian tersendiri atas prestasi sebuah klub sepakbola. Mendatangkan pemain asing, menggunakan 'pemain haram' hingga sengaja mengalah untuk meloloskan tim lain dan menyingkirkan 'tim yang tak disukai.'

Dalam sepakbola, paling tidak enak kalau nasib ditentukan oleh kesebelasan lain. Kemenangan besar tidak ada harganya kalau untuk lolos saja masih berharap pada hasil pertandingan lain. Hal ini yang terjadi di kubu Perse Ende.

Menang 3-0 atas Persewa Waingapu dalam pertandingan di Gelora Samador, Minggu (1/11/2015), Perse Ende belum tentu lolos. Langsung menempati posisi kedua klasemen sementara di bawah Persami Maumere, nasib Perse ditentukan dalam pertandingan antara Persedaya Sumba Barat Daya dan Persematim Manggarai Timur.

Persedaya butuh tiga poin agar bisa menggeser Perse Ende. Artinya, mengalahkan Persematim adalah harga mati yang tidak bisa ditawar kalau masih ingin bertahan dan terus bermain di Maumere. Persedaya seri apalagi kalah maka Perse yang lolos.

Di sinilah arti penting sebuah semangat sportivitas. Persematim, menang berapa gol pun tak akan membawa Atus Karpitang dkk ke putaran kedua. Namun, Atus dkk bermain di turnamen ini tak hanya sekadar agar bisa lolos ke putaran kedua. Juara memang sudah tidak mungkin, namun kemenangan dan harga diri sangat penting.

Publik sepakbola tentu masih ingat peristiwa memalukan saat ETMC 2003 di SoE, Kabupaten TTS. Saat bermain di Stadion Kobelete, SoE, Persap Alor 'diberi kemenangan' 20-0 oleh Persami. Striker Persap, Hasbullah Oang, langsung mencetak belasan gol dalam pertandingan ini. Sportivitas kemudian hanya disebut akal-akalan untuk pembenaran diri.

Namun, petang ini, Persedaya dan Persematim tentu tak ingin mengulang kenangan buruk itu. Sepakbola NTT sudah mulai berubah. Pelatih, pemain, pengurus dan maniak bola ingin melihat kemenangan dan kekalahan yang sportif. Menang adalah kebanggaan, kalah pun kalau sportif, tetap akan dihormati.

Beberapa pemain Perse Ende yang dimintai komentarnya seusai pertandingan mengaku, yakin kalau Persematim akan memenangkan pertandingan. "Saya yakin tidak ada istilah main sabun. Saya kenal beberapa pemain Manggarai Timur dan mereka tidak akan main-main," kata seorang pemain yang minta namanya tidak ditulis.

Kapten Persematim, Atus Karpitang mengatakan, timnya siap memenangkan pertandingan. "Kami datang ke turnamen ini untuk Manggarai Timur, bukan untuk siapa-siapa. Setiap kali bermain, kami selalu ingin menang. Kami tetap targetkan kemenangan melawan SBD. Kalaupun kalah, kami akan tetap bermain dengan sportif," kata Atus. (ris/eko)

Ridho Cetak Dua Gol

PERSE Ende dalam pertandingan terakhirnya penyisihan Grup I melawan Persewa Waingapu, Sabtu (1/11/2015) petang, tampil all out. Unggul disemua lini membuat Perse menguasai jalannya pertandingan. Menurunkan pemain andalannya seperti Samuel Remas, Abdul Asis, Muhajir Sulaiman, Yoga Ramadhan, Jefri Kewoy, Adi Abba, Muhamad Sidik, Albinus Risal, Jayadi Lessy, Ridho Nurchayo dan Alfian Aliasa, Persewa Waingapu dibuat tak berkutik.

Pertandingan baru berjalan 16 menit, striker asal Papua, Jefri Kewoy berhasil menjebol gawang Persewa. Jefri yang dalam setiap laga timnya, selalu menjadi pujaan penonton karena atraktif dalam mengolah bola, sebelum mencetak gol ke gawang Persewa berhasil melewati beberapa pemain belakang Persewa. Kedudukan 1-0 untuk Perse bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pelatih Persewa mencoba untuk memasukan beberapa pemai dilini depannya. Namun sayangnya secara skill dan kemampuan tim mereka masih jauh di bawah Perse Ende. Ardi Falendra dkk tidak bisa menunjukan permainan terbaiknya, sehingga membuat pelatih Persewa harus berteriak memberi instruksi dari tepi lapangan.

Rupanya instruksi itu tidak bisa dijalankan. Petaka malah menimpa mereka dimenit ke-47. Striker Perse bertubuh mungil, Ridho Nurchayo menjebol gawang Persewa. Ridho menambah koleksi golnya 15 menjelang pertandingan berakhir lewat aksi yang sangat brilian. (ris)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved