Warga Ende Seminarkan Tura Jaji
Warga Ende-Lio di Kupang menghidupkan kembali Tura Jaji-sumpah adat budaya suku Lio Nusa Nipa untuk hidup damai bernilai magis
Penulis: Edy Hayong | Editor: Marsel Ali
Laporan wartawan Pos Kupang, Fredi Hayong
POS KUPANG, COM------Warga Ende-Lio di Kupang menghidupkan kembali Tura Jaji-sumpah adat budaya suku Lio Nusa Nipa untuk hidup damai bernilai magis.
Seminar menghadirkan pembicara, Pater Dr. Edu Dosi, SVD, Dr. Watu Y Vianney dan Drs. Blasius Radja di aula Kantor Infokom NTT, Sabtu (31/10/2015) dimaksudkan agar sumpa adat ini terus diwarisi generasi sekarang dan akan datang.
Para peserta mulai berdatangan untuk memberikan sumbang saran sebelum disosialisasikan ke masyarakat Suku Ende-Lio.
Blasius Radja mengatakan, sumpah adat ini memang sudah ada sejak zaman nenek moyang, namun seiring dengan perkembangan zaman seolah-olah terlupakan.
Untuk itu, sebagai generasi Suku Lio, dirinya mencoba untuk merumuskannya kembali agar tidak hilang. Sumpah adat Tura Jaji ini memiliki nilai magis yang tinggi karena dilakukan dengan upacara adat diantara suku-suku karena ritusnya dengan memotong hewan babi dicampur tanah dan sopi dan diminum.
Intinya, siapa yang melanggar sumpah adat maka akan mengalami bencana di suku itu sampai turunannya.(*)