Dami Wera: Aktornya Harus Ditangkap

"Polisi saya harap agar tidak melupakan aktor di balik persoalan ini. Dia juga harus ditangkap dan dimintai pertanggungjawabannya."

Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
Pos Kupang
Dami Wera bicara soal bantuan 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - "Saya berikan proficiat kepada aparat kepolisian di Sikka yang sangat respon dengan laporan kami. Terima kasih karena sudah berani mengungkap kasus ini. Satu orang tersangka sudah ditahan. Itu pekerjaan yang luar biasa. Namun, polisi saya harap agar tidak melupakan aktor di balik persoalan ini. Dia juga harus ditangkap dan dimintai pertanggungjawabannya."

Hal ini ditegaskan Damianus Wera Vinsensius, ketika ditemui menghubungi Pos Kupang lewat telepon, Jumat (30/10/2015). Damianus Wera yang mewakili pengungsi korban erupsi Gunung Rokatenda, Lu'a, Palue, Kabupaten Sikka, menceritakan tentang adanya dugaan permainan sehingga ada oknum yang bukan korban, tapi justru mendapat bantuan rumah.

"Ada satu tersangka yang sudah ditahan, yakni warga Desa Lengkosambi, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada bernama Mustafa Maso Marang, yang mendapatkan bantuan tersebut. Terima kasih karena sudah ada tindaklanjut. Namun, saya minta agar kepala desa juga ditahan. Polisi jangan sampai salah sasaran, karena aktor sehingga Pak Mustafa itu dapat KTP dan keterangan lainnya, adalah kepala desa," tegasnya.

Damianus Wera mengatakan, kepala desa yang melegatimasi semua dokumen milik Mustafa. Dengan demikian, katanya, sang kepala desa yang harus bertanggungjawab. "Dia sudah gunakan kewenangannya sebagai pemerintah untuk mengeluarkan dokumen negara, melegitimasi orang yang sebenarnya bukan haknya. Saya harap polisi jangan salah sasaran sehingga nantinya yang berbuat lain, tapi orang lain yang dikorbankan," tegasnya.

Damianus yang ditemui beberapa waktu lalu di Kupang mengaku, sebagai orang yang ikut merasakan penderitaan para pengungsi di Palue, sangat kecewa. Promotor tinju internasional ini mengaku perilaku Kepala Desa Nitung Lea ini membuat dirinya sakit hati. Damianus menduga ada orang lain yang mendukung sang kepala desa sehingga berani berbuat seperti ini. (eko)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved