Listrik Pintar Berjalan Terus
Kota Kupang 87 persen pelanggan sudah menggunakan meteran listrik prabayar dari total pelanggan listrik sekitar 102 ribu pelanggan
POS KUPANG.COM, KUPANG- Mnajer PT PLN (Persero) Area Kupang, Maria Goreti Indrawati Gunawan mengatakan, dari sembilan kabupaten/kota yang menjadi wilayah pelayanan PLN Area Kupang, tiga kabupaten di antaranya sudah hampir 100 persen pelanggan menggunakan meteran listrik prabayar atau listrik pintar.
Tiga kabupaten tersebut, yakni Rote Ndao, Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU).
Maria Goreti Indrawati Gunawan mengatakan hal itu ketika ditemui di kantornya, Senin (26/10/2015) siang. Untuk Kota Kupang merupakan wilayah pelayanan PLN Area Kupang yang terendah menggunakan meteran listrik pintar dibanding delapan kabupaten lainnya.
"Kota Kupang 87 persen pelanggan sudah menggunakan meteran listrik prabayar dari total pelanggan listrik sekitar 102 ribu pelanggan," katanya.
Mery mengatakan, listrik prabayar disebut listrik pintar karena memiliki fitur-fitur yang menunjukkan kelebhan dibandingkan meteran listrik pascabayar. Di antaranya, memiliki fasilitas security yang lebih baik, kualitas tegangan listrik bisa terukur dengan baik, pelanggan bisa mengecek langsung besarnya voltase pemakaian listrik di rumah dengan menekan tombol 47 di meteran listrik dan lain-lain.
Menyinggung soal masih adanya penolakan dari beberapa warga Kota Kupang untuk menggunakan listrik pintar, Mery mengatakan, hal itu karena para pelanggan belum mengetahui atau mengerti betul tentang meteran listrik prabayar dan keunggulan-kelunggulan yang dimiliki. Kalau sudah paham ia yakin pasti mau migrasi ke meteran listrik prabayar.
Mery mengatakan, program migrasi listrik ke listrik pintar berjalan terus. Bagi pelanggan yang belum migrasi ke listrik prabayar, rekeningnya tidak terbit lagi sehingga setiap bulan mereka harus datang membayar langsung di kantor PLN.
"Kalau soal perhitungan tagihan listrik itu sesuai perhitungan rata- ratanya saja karena PLN tidak ada petugas pencatat meteran listrik lagi. Karena itu, rata-rata taksiran biaya listrik bisa saja lebih besar dan bisa juga lebih kecil. Tetapi kalau nanti sudah migrasi ke listrik prabayar, akan diperhitungkan sesuai data pemakaian KWH di meteran pelaggan. Kalau ternyata pelanggan sudah membayar lebih, akan dikembalikan dalam bentuk token listrik. Jadi, uang yang dibayar ke PLN tidak hilang," kata Mery.
Cuma menurut Mery, pembayaran tagihan listrik pascabayar di kantor PLN hanya berlaku hingga November 2015 saja. Jika setelah itu pelanggan tetap tidak mau migrasi ke meteran listrik prabayar maka langkah selanjutnya PLN akan memutuskan sambungan listrik ke rumah pelanggan tersebut. (mar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/maria-goreti-indrawati-gunawan_20151027_001824.jpg)