Breaking News

Drainase Kota Mbay Buruk

Tumpukan sampah mulai dari sampah organic sampai sampah non organic menyatu dalam saluran yang melintasi pemukiman warga di RT 06/ RW 03 Danga Kota,

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
LANGGANAN BANJIR-- Paulus Lepa (50) yang setiap tahun rumahnya menjadi langganan banjir. Paulus yang ditemui di halaman rumahnya, Rabu (21/10/2015), 

Laporan Wartawati Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, MBAY --Tumpukan sampah mulai dari sampah organic sampai sampah non organic menyatu dalam saluran yang melintasi pemukiman warga di RT 06/ RW 03 Danga Kota, Kelurahan Danga, Kota Mbay-Kabupaten Nagekeo.

Sampah-sampah itu berasal dari rumah tangga yang bermukim di sepanjang saluran itu. Tumpukan sampah terbesar berada tepat di depan sebuah deker di RT 06/RW 03 belakang Rumah Jabatan Bupati Nagekeo.

Tumpukan sampah dan kondisi deker yang sempit serta pendangkalan saluran drainase yang membelah Kota Danga itu menjadi kekuatiran Paulus Lepa (50) yang setiap tahun rumahnya menjadi langganan banjir. Paulus yang ditemui di halaman rumahnya, Rabu (21/10/2015), mengatakan, dalam lima tahun terakhir, banjir sering merendam rumahnya dan rumah-rumah warga yang berada sepanjang bantaran saluran itu.

Keluhan ini selalu mereka sampaikan ke pemerintah daerah. Namun yang mereka terima hanyalah janji-janji. Tidak kunjung ada realisasi.

"Setiap tahun kami hanya terima janji. Bilang mau buat saluran permanen, tapi tidak ditepati. Kalau memang tidak bisa permanen, bongkar saja deker, biar air mengalir lancar. Deker ini penyebab luapan air dari saluran ke pemukiman karena lebar deker lebih kecil dari lebar saluran drainase," kata Paulus. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved