Jelang UN, Studi Sore Diintensifkan
Pihak sekolah juga sudah meminta orang tua siswa-siswi agar pengawasan belajar di rumah harus dijalankan secara ketat oleh orang tua
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Marsel Ali
Laporan Wartawan Pos Kupang, Servan Mammilianus
POSKUPANG,COM, LABUAN BAJO - Sebelum menghadapi Ujian Nasional (UN), siswa SD, SMP dan SMA/SMK di wilayah Kabupaten Mangarai Barat (Mabar) diwajibkan untuk mengikuti studi sore hari di sekolah masing-masing sejak September 2015.
Studi sore diintensifkan dengan pola pengawasan yang ketat oleh pihak sekolah bersangkutan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Magol Marthen membenarkan itu saat dikonfirmasi Pos Kupang.com pada Hari Sabtu (17/10/2015) sore.
"Pihak sekolah juga sudah meminta orang tua siswa-siswi agar pengawasan belajar di rumah harus dijalankan secara ketat oleh orang tua. Studi sore dan pengawasan jam belajar di rumah itu khusus difokuskan kepada kelas yang menghadapi Ujian Nasional, yakni kelas 6 SD, 3 SMP, 3 SMA dan 3 SMK," kata Marthen.
Pola tersebut, kata dia, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kelulusan murid atau siswa-siswi. Untuk pelaksanaan try out dan bedah Standar Kompetensi Lulus (SKL) tetap dilakukan di sekolah sesuai ketentuannya.
"Kalau try out itu sumber soalnya dari sekolah sendiri. Sedangkan SKL soalnya dari propinsi," kata Marthen